Wagub Johni Asadoma Pimpin Rapat Koordinasi Penanggulangan Banjir Bandang Nagekeo

oleh -7785 Dilihat
Wagub NTT Pimpin Rapat Koordinasi Penanganan Banjir Bandang di Rujab Bupati Nagekeo. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Nagekeo-Usai meninjau langsung lokasi bencana banjir bandang di Kabupaten Nagekeo, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma memimpin rapat koordinasi penanggulangan bencana di rumah jabatan Bupati Nagekeo pada Sabtu (13/9/2025). Rapat tersebut dihadiri Bupati Nagekeo, perwakilan BNPB, Basarnas, TNI/Polri, Balai PU, Dinas Sosial, serta unsur terkait lainnya dengan tujuan menyatukan langkah percepatan penanganan bencana dan pemulihan pasca banjir.

Tiga Fokus Utama Penanganan

Dalam arahannya, Wakil Gubernur menekankan tiga fokus utama yang harus segera ditindaklanjuti: pencarian korban hilang, pemulihan infrastruktur yang rusak, dan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi. Hingga kini, masih terdapat tiga korban yang belum ditemukan dari total delapan korban yang dilaporkan hilang. Basarnas melaporkan lima korban telah ditemukan dan pencarian terus dilakukan dengan dukungan alat berat serta drone. Medan sulit, tumpukan batu besar, dan kayu-kayu terbawa arus menjadi tantangan utama pencarian.

BNPB menyampaikan masa pencarian standar adalah tujuh hari namun dapat diperpanjang jika ada permintaan resmi pemerintah daerah. Basarnas akan mendatangkan anjing pelacak (K9) dan menambah personel TNI, Polri, serta masyarakat untuk mempercepat pencarian.

Kebutuhan Dasar dan Bantuan

Untuk memenuhi kebutuhan dasar, Wakil Gubernur mendorong penggalangan pakaian layak pakai oleh ASN sebagaimana dilakukan di Lewotobi. Pemprov NTT segera menyalurkan bantuan beras sebanyak 4 ton, ditambah 2–3 ton dari Dinas Sosial dan 1 ton dari BPBD. Dapur umum yang semula hanya satu unit akan ditambah dengan bantuan dari Kabupaten Ende agar pasokan makanan siap saji mencukupi.

Untuk penyediaan air bersih, solusi jangka pendek yang diambil adalah mengerahkan truk tangki air dari kabupaten tetangga dan berkoordinasi dengan PDAM untuk memastikan distribusi lancar. Untuk jangka panjang, pemerintah akan mengadakan pompa air yang menyedot air dari sumber terdekat lalu ditampung di bak penampung sebelum disalurkan ke rumah warga.

Pemulihan Infrastruktur

Kerusakan infrastruktur menjadi perhatian serius. Beberapa jembatan vital penghubung jalur ekonomi akan dibangun sementara guna memulihkan mobilitas. Satu unit jembatan darurat sudah tiba dari Kupang, satu lagi akan dikerjakan bersama Densipur Udayana. Balai PU mencatat ada tujuh jembatan lintas provinsi dengan dua di antaranya belum dapat diakses, yakni di Maukeli dan Aewoe. Balai PU juga menyediakan 1.000 lembar kawat bronjong dan tambahan 1.500 lembar dalam perjalanan untuk memperkuat struktur.

Wakil Gubernur menegaskan perhatian khusus pemerintah provinsi terhadap perbaikan ruas jalan yang rusak akibat bencana.

Pendataan Korban dan Relokasi

BNPB menekankan pendataan korban dan kerusakan agar bantuan tepat sasaran. Tim BNPB yang berjumlah enam orang bekerja di Kantor Bupati untuk memverifikasi data secara detail termasuk bayi, balita, ibu hamil, lansia, dan kelompok rentan lainnya. Wakil Gubernur menginstruksikan pembentukan tim khusus atau satgas pendataan dengan surat tugas resmi dan pembagian bidang kerja yang jelas.

Tercatat 83 rumah hanyut, rusak berat, atau terancam, dengan 47 rumah mengalami kerusakan paling parah. Bagi warga yang rumahnya terdampak, akan dilakukan relokasi ke tempat aman dengan upaya tetap berada di desa yang sama agar administrasi dan sosial lebih mudah. Targetnya, keluarga terdampak sudah dapat menempati rumah baru sebelum Natal 2025.

Wakil Gubernur juga menekankan pentingnya penyediaan APD bagi tim pencarian agar terlindungi selama proses evakuasi. Untuk listrik dan penerangan, Desa Sawu yang hingga kini masih gelap menjadi prioritas pemulihan agar aktivitas warga dan proses penanganan bencana lebih lancar.

Menutup rapat, Wakil Gubernur meminta agar data korban dan kerusakan dipublikasikan secara transparan di papan pengumuman lokasi bencana. “Dengan koordinasi yang baik dan gotong royong dari semua pihak, kita harapkan penanganan bencana banjir bandang di Nagekeo dapat berjalan cepat, tepat, dan berpihak kepada masyarakat terdampak,” tegas Johni Asadoma. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.