Akses Vital Kupang-Perbatasan Terganggu, Jembatan di Jalan Timor Raya Amblas

oleh -432 Dilihat
Sekretaris Komisi IV DPRD NTT, Ana Waha Kolin dan Anggota Komisi IV DPRD NTT, Simson Polin. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Oelamasi-Akses vital yang menghubungkan Kota Kupang hingga wilayah perbatasan negara dilaporkan terganggu setelah jembatan di depan Brigif 21 Komodo, Jalan Timor Raya, Kabupaten Kupang, amblas pada Kamis (26/3/2026).

Peristiwa ini menyebabkan jalur utama penghubung antarwilayah di Pulau Timor lumpuh, khususnya bagi kendaraan roda empat. Sejumlah kendaraan tampak tertahan di sekitar lokasi, sementara arus lalu lintas mengalami gangguan signifikan.

Jalan Timor Raya merupakan akses strategis yang menghubungkan Kota Kupang dengan berbagai daerah penting seperti Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Belu, Malaka, hingga perbatasan Timor Leste. Kondisi ini berdampak langsung pada mobilitas masyarakat serta distribusi logistik lintas wilayah.

Sekretaris Komisi IV DPRD NTT, An Kolin, menegaskan bahwa kerusakan pada jalur tersebut harus segera ditangani karena menyangkut kepentingan masyarakat luas.

“Ini jalur utama yang dilalui banyak orang. Tidak boleh ada kerusakan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan. Pemerintah harus bergerak cepat,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Gubernur NTT telah berkomunikasi langsung dengan pihak Balai Jalan Nasional guna mempercepat proses penanganan.

“Saya dengar langsung Bapak Gubernur sudah menelpon Kepala Balai Jalan dan mereka siap melakukan perbaikan dalam waktu dekat. Kita harap segera dieksekusi,” tambahnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD NTT sekaligus Wakil Ketua Fraksi PSI, Simaon Polin, menyebutkan bahwa langkah penanganan darurat sedang dilakukan di lapangan, termasuk upaya membuka jalur alternatif.

“Informasi yang saya terima, saat ini sedang diupayakan pembukaan jalan alternatif. Bahkan ada keterlibatan pihak swasta dan masyarakat untuk membantu membuka akses sementara,” jelasnya.

Menurutnya, keberadaan jalur alternatif sangat penting mengingat jalan tersebut merupakan satu-satunya akses utama yang menghubungkan berbagai kabupaten hingga lintas negara.

BACA JUGA:  DPRD NTT Umumkan Pergeseran Anggota Fraksi NasDem di Alat Kelengkapan Dewan 2026

Komisi IV DPRD NTT juga berencana turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan serta mengevaluasi langkah penanganan yang dilakukan.

“Kami akan segera ke lokasi untuk melihat langsung dan mengambil langkah strategis demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat,” tegasnya.

DPRD NTT turut mendorong Balai Jalan Nasional untuk mengkaji secara matang pembukaan jalur alternatif dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan kontur tanah, agar tidak menimbulkan masalah baru di kemudian hari.

Hingga saat ini, petugas masih berjaga di sekitar lokasi untuk mengatur arus lalu lintas, sementara kendaraan roda empat belum dapat melintas akibat kondisi jembatan yang amblas. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.