Panen Jagung di Amarasi Selatan, Gubernur NTT Puji Kabupaten Kupang sebagai Lumbung Pangan

oleh -255 Dilihat
Gubernur NTT Didampingi Bupati Kupang Panen Jagung di Kelompok Tani Nonotasi Amarasi Selatan pada Kamis, 26 Maret 2026. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, memuji Kabupaten Kupang sebagai salah satu lumbung pangan utama di NTT, khususnya dalam memasok kebutuhan pangan bagi Kota Kupang.

Hal ini disampaikannya saat menghadiri kegiatan panen jagung di lahan seluas lima hektar milik Kelompok Tani Nonotasi, di Kelurahan Buraen, Kecamatan Amarasi Selatan pada Kamis (26/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kupang, para petani, serta seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

“Salah satu momen berkat kita menikmati anugerah Tuhan melalui panen jagung di Buraen ini. Kabupaten Kupang saat ini menjadi pemasok pangan terbesar di Provinsi NTT, khususnya untuk wilayah Kota Kupang. Saya memberikan apresiasi kepada Bupati, dinas terkait, kelompok tani, dan seluruh jajaran,” ujarnya.

Gubernur juga menegaskan pentingnya swasembada pangan di tengah situasi global yang tidak menentu. Menurutnya, ketersediaan pangan menjadi faktor utama dalam menjaga keberlangsungan hidup masyarakat.

“Situasi saat ini tidak terlalu baik. Orang mungkin bisa bertahan tanpa listrik atau BBM, tetapi tanpa pangan akan sangat sulit. Karena itu, pemerintah bersama TNI, Polri, dan semua pihak harus memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia mengaku optimistis melihat Kabupaten Kupang yang mampu memanfaatkan potensi sumber daya, termasuk keberadaan tiga bendungan yang dibangun pemerintah pusat, untuk mendukung produksi pangan.

Selain itu, Gubernur Melki mendorong para petani agar tidak hanya menjual hasil panen dalam bentuk mentah, tetapi juga mengolah dan mengemasnya sehingga memiliki nilai tambah. Ia memperkenalkan skema Ta Pa Oke Ju (Tanam, Panen, Olah, Kemas, dan Jual) sebagai strategi peningkatan ekonomi petani.

BACA JUGA:  Gubernur NTT Desak PLN Bereskan Catatan Buruk Proyek Geotermal Mataloko

“Produksi sudah sangat baik. Sekarang kita harus pikirkan nilai tambahnya. Selain dijual ke Bulog, hasil panen bisa diolah dan dikemas dengan baik agar harga jualnya lebih tinggi. Ini memang butuh pelatihan, dan pemerintah siap mendukung,” jelasnya.

Terkait pemasaran, Gubernur juga mendorong agar produk pertanian lokal dipasarkan melalui berbagai saluran, seperti NTT Mart, toko, dan kios, sehingga dapat meningkatkan perputaran ekonomi di daerah.

“Pasar sudah ada, selain Bulog juga bisa melalui NTT Mart. Toko dan kios harus membuka ruang bagi produk lokal NTT. Apa yang dihasilkan rakyat wajib kita dukung dan beli,” tegasnya.

Gubernur Melki turut mengapresiasi kualitas hasil panen jagung yang dinilai memiliki tongkol dan bulir yang besar. Ia berharap hasil tersebut dapat memberikan keuntungan yang signifikan bagi petani serta memotivasi mereka untuk terus meningkatkan produksi.

Sementara itu, Bupati Kupang, Yosef Lede, mengatakan panen jagung yang dilakukan Kelompok Tani Nonotasi menjadi bukti tingginya semangat masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan.

“Panen ini menunjukkan masyarakat memiliki niat dan semangat kerja yang tinggi. Potensi lahan yang ada harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung swasembada pangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah akan terus mendorong dan memberikan bantuan pertanian jika hasil produksi menunjukkan peningkatan yang signifikan.

“Kalau ada hasil seperti ini, pemerintah tentu semakin semangat memberikan bantuan. Ini bentuk dukungan terhadap masyarakat yang sudah bekerja keras,” tambahnya.

Bupati juga menyebutkan bahwa jagung dengan kadar air 14 persen dapat dijual sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah pusat, sehingga memberikan kepastian bagi petani.

Ketua Kelompok Tani Nonotasi, Boni Tnunay, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Gubernur dan Bupati Kupang dalam kegiatan panen tersebut. Ia menjelaskan bahwa panen dilakukan di lahan seluas lima hektar dengan jumlah anggota kelompok tani sebanyak 20 orang.

BACA JUGA:  Dukung Bank NTT Jadi Perseroda, Fraksi PSI Soroti Kepemilikan Saham dan Akuntabilitas

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian pemerintah. Bantuan alat dan mesin pertanian sangat membantu pekerjaan kami, meskipun digunakan secara bergilir,” ungkapnya.

Ia juga berharap adanya dukungan tambahan berupa alat berat untuk pengolahan lahan serta pembangunan embung tadah hujan guna mengantisipasi kekeringan saat musim kemarau.

Kegiatan panen ini turut dihadiri jajaran pemerintah daerah, penyuluh pertanian, satgas swasembada pangan, serta masyarakat setempat, yang bersama-sama menunjukkan komitmen dalam mewujudkan ketahanan pangan di NTT. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.