BI NTT Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah, Dorong UMKM Naik Kelas dan Berdaya Saing

oleh -25 Dilihat
UMKM Binaan BI NTT di Acara ISEF 2026. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (KPwBI NTT) terus memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru (new source of economic growth). Upaya ini dilakukan melalui partisipasi dalam Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 Tahun 2026 yang berlangsung pada 14-18 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

Kegiatan yang mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital” ini menjadi momentum strategis untuk mendorong pengembangan ekonomi syariah yang inklusif, berkelanjutan, dan memiliki daya saing global.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, melalui penguatan berbagai program ekonomi syariah, mendorong agar sektor ini semakin berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pengembangan ekonomi pesantren.

ISEF 2026 dibuka pada 14 Oktober 2026 oleh Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti. Festival ini menghadirkan lebih dari 100 kegiatan dengan melibatkan lebih dari 1.000 pelaku industri halal.

Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025/2026, Indonesia menempati peringkat keempat dalam ekonomi syariah global. Sementara itu, rantai nilai halal domestik tumbuh sebesar 5,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan II 2026.

Capaian tersebut menunjukkan besarnya peluang pengembangan ekonomi syariah sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah.

UMKM NTT Catat Penjualan Rp1,21 Miliar

Di Nusa Tenggara Timur, pengembangan ekonomi syariah dilakukan dengan pendekatan inklusif yang menyesuaikan karakteristik masyarakat yang majemuk. Pengembangan ini diarahkan untuk membuka akses usaha, pembiayaan, dan pasar sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas.

KPwBI NTT menjalankan strategi tersebut melalui peningkatan literasi ekonomi dan keuangan syariah, pengembangan Pelaku Usaha Syariah (PUS), pemberdayaan pondok pesantren, fasilitasi sertifikasi halal, perluasan akses pembiayaan dan Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF), serta pembukaan akses pasar bagi UMKM.

Salah satu upaya konkret dilakukan melalui rangkaian kegiatan Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2026. Program ini mencakup Bazaar Ramadan, perlombaan Ramadan, serta Halal Festival dan Tabligh Akbar 2026 yang diselenggarakan bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT.

Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 4.000 pengunjung dan berhasil menghasilkan total penjualan UMKM sebesar Rp1.218.148.000 atau sekitar Rp1,21 miliar.

Capaian ini menunjukkan bahwa kegiatan ekonomi syariah tidak hanya berperan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat, tetapi juga membuka peluang transaksi dan memperluas pasar bagi pelaku UMKM lokal.

Dari sisi edukasi, kegiatan literasi ekonomi dan keuangan syariah sepanjang semester I 2026 mencatatkan rata-rata tingkat pemahaman peserta sebesar 92,61 persen.

Selain memperluas literasi dan pasar, KPwBI NTT juga mendorong akses pembiayaan bagi UMKM. Bersama PT Bank Syariah Indonesia Tbk, BI NTT telah mencapai kesepakatan pembiayaan syariah sebesar Rp1 miliar bagi UMKM Tahu Kejora.

Dukungan tersebut diharapkan membantu pengembangan usaha, memperkuat kapasitas produksi, dan meningkatkan daya saing UMKM di NTT.

Perkuat Kemandirian Ekonomi Pesantren

Selain UMKM, pondok pesantren menjadi salah satu pilar penting dalam pengembangan ekosistem ekonomi syariah di NTT.

Pada 13 Oktober 2026, KPwBI NTT menyelenggarakan kegiatan Silaturahim Pesantren ISEF 2026 secara daring bersama enam pondok pesantren mitra, yakni Pondok Pesantren Walisanga Ende, Pancasila Reo, Ar-Rohimah Pota, Insan Kamil Flobamorata Labuan Bajo, Hidayatullah Batakte Kabupaten Kupang, dan Al-Quran Cijantung 7 Alor.

BACA JUGA:  Ingat Tiki-Taka Brasil, di Kabupaten Kupang Ada Se’i Babi Kikikaka: Gubernur NTT Dorong OVOP Desa Bolok Tembus Pasar Luas

Dua pondok pesantren mitra tersebut berhasil masuk sebagai finalis program unggulan Bank Indonesia pada 2026.

Pondok Pesantren Walisanga Ende terpilih sebagai salah satu dari 80 finalis program Tani Berkah Indonesia dan memperoleh dukungan sarana greenhouse untuk budidaya hortikultura.

Pencapaian tersebut didukung pendampingan KPwBI NTT dalam penyusunan model bisnis, pencatatan laporan keuangan, serta pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha).

Sementara itu, Pondok Pesantren Pancasila Reo terpilih sebagai salah satu dari 200 finalis program Air Berkah Indonesia dan memperoleh dukungan sarana unit usaha Air Minum Dalam Kemasan (AMDK).

Sebelumnya, pondok pesantren tersebut mendapatkan pendampingan dalam penyusunan model bisnis dan pelaksanaan survei kualitas air.

Dukungan terhadap kedua pondok pesantren ini menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi lembaga pendidikan keagamaan melalui pengembangan usaha produktif yang berkelanjutan.

BI NTT Raih Penghargaan Pengembangan Ekonomi Syariah

Konsistensi KPwBI NTT dalam mengembangkan ekonomi syariah mendapat pengakuan melalui penghargaan sebagai Penggiat Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT pada 2026.

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi BI NTT dalam memperluas literasi, memperkuat kapasitas pelaku usaha, mengembangkan ekonomi pesantren, serta mendorong peningkatan akses pembiayaan dan pasar.

Pada tingkat nasional, ISEF 2026 juga menghadirkan sejumlah inisiatif strategis Bank Indonesia, di antaranya peluncuran Islamic Financial Market Code of Conduct, Zakat Core Principles 2.0, dan program beasiswa internasional yang bersumber dari keuangan sosial syariah.

Inisiatif tersebut mendukung penguatan tata kelola serta pengembangan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia agar semakin berdaya saing di tingkat global.

Ke depan, KPwBI NTT bersama Pemerintah Provinsi NTT, Kantor Wilayah Kementerian Agama, pondok pesantren, lembaga keuangan, dan pelaku usaha akan terus memperkuat sinergi dalam mengembangkan ekonomi syariah.

BACA JUGA:  Ribuan Warga Padati Halal Festival 2026, BI NTT Pacu Ekonomi Syariah dan UMKM

Langkah ini diharapkan mampu memperluas kesempatan usaha, meningkatkan akses pembiayaan, memperkuat kemandirian ekonomi pesantren, serta mendorong UMKM NTT naik kelas dan semakin kompetitif.

Dengan demikian, ekonomi syariah di NTT tidak hanya menjadi bagian dari pengembangan sektor keuangan, tetapi juga berpotensi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.