BPS Catat Inflasi NTT 2,67 Persen, Transportasi Naik 4,03 Persen

oleh -61 Dilihat
Gambar Transportasi. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat inflasi year on year (y-on-y) NTT pada September 2026 sebesar 2,67 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,35.

Kepala BPS NTT, Matamira Kale, mengatakan inflasi tersebut terjadi akibat adanya kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran.

“Berdasarkan data statistik, pada September 2026 terjadi inflasi year on year Provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar 2,67 persen dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 110,35,” ujar Matamira Kale.

Dari 11 kelompok pengeluaran, sebanyak 10 kelompok mengalami kenaikan indeks harga. Salah satu yang mengalami kenaikan cukup signifikan adalah kelompok transportasi yang mencapai 4,03 persen.

Selain transportasi, kenaikan juga terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,82 persen; pakaian dan alas kaki 2,80 persen; perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 1,84 persen; serta perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,34 persen.

Kemudian, kelompok kesehatan mengalami kenaikan sebesar 2,01 persen, informasi, komunikasi dan jasa keuangan 2,50 persen, rekreasi, olahraga dan budaya 0,65 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 2,45 persen.

Sementara itu, kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, yakni mencapai 12,03 persen.

Di sisi lain, hanya kelompok pendidikan yang mengalami penurunan indeks harga, yakni sebesar 3,25 persen pada September 2026.

Jika dilihat berdasarkan wilayah, inflasi tertinggi di NTT terjadi di Waingapu dengan angka 3,58 persen dan IHK 110,87. Sedangkan inflasi terendah tercatat di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) sebesar 1,04 persen dengan IHK 108,48.

Meski secara tahunan NTT mengalami inflasi, secara bulanan justru terjadi deflasi sebesar 0,35 persen pada September 2026.

BACA JUGA:  Survei BI: Kinerja Dunia Usaha NTT Melonjak, SBT Capai 43,81 Persen

BPS juga mencatat inflasi year-to-date (y-to-d) NTT sebesar 1,29 persen berdasarkan data yang disampaikan dalam rilis statistik tersebut.

Data ini menunjukkan bahwa perkembangan harga di NTT pada September 2026 masih dipengaruhi oleh pergerakan sejumlah komoditas dan kelompok pengeluaran, dengan sektor transportasi menjadi salah satu kelompok yang memberikan kontribusi kenaikan cukup besar terhadap inflasi tahunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.