Dari Ladang ke Etalase, Emping Jagung Nobi-Nobi Siap Tembus Pasar NTT Mart

oleh -123 Dilihat
Gubernur NTT Melki Laka Lena Tutup Kegiatan Pelatihan dan Penyerahan Alat Produksi bagi Kelompok UMKM di Desa Nobi-Nobi pada Kamis, 7 Mei 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, So’e-Desa Nobi-Nobi di Kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), perlahan menapaki jalan baru dalam membangun kemandirian ekonomi.

Dari hamparan ladang jagung yang selama ini hanya menghasilkan komoditas mentah bernilai rendah, kini lahir produk olahan emping jagung yang diproyeksikan menembus pasar lebih luas, bahkan menjadi oleh-oleh khas daerah.

Gagasan itu didorong langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, saat menutup kegiatan pelatihan dan penyerahan alat produksi bagi kelompok UMKM di desa tersebut pada Kamis (7/5/2026).

Baginya, perubahan ekonomi desa harus dimulai dari keberanian mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai tambah.
“Kalau hanya dijual biasa nilainya kecil. Tapi ketika dikemas dengan baik, orang tertarik membeli. Di situlah keuntungan bertambah dan kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Selama tiga hari pelatihan, masyarakat tidak hanya diajarkan cara mengolah jagung menjadi emping, tetapi juga diperkenalkan pada teknik pengemasan, branding, hingga strategi pemasaran. Pemerintah Provinsi NTT pun menyerahkan peralatan produksi sebagai modal awal agar usaha tersebut dapat berjalan berkelanjutan.

Perubahan sederhana ini membawa dampak signifikan. Jagung yang sebelumnya hanya dihargai sekitar Rp2.000 kini dapat meningkat nilainya hingga Rp5.000 setelah diolah dan dikemas secara menarik. Lebih dari sekadar angka, peningkatan itu menjadi simbol perubahan pola pikir dari menjual bahan mentah ke menjual produk jadi.

Melki menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari program One Village One Product (OVOP), di mana setiap desa didorong memiliki satu produk unggulan. Untuk Nobi-Nobi, emping jagung menjadi identitas baru yang akan terus dikembangkan.

Produk tersebut nantinya akan dipasarkan melalui jaringan NTT Mart, membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus memperkenalkan emping jagung sebagai makanan khas TTS.

BACA JUGA:  Melki Laka Lena Dorong Akademi Teknik Kupang Kembangkan Inovasi dan Dukung Pembangunan Pertanian

“Emping jagung Nobi-Nobi harus dikenal luas. Kita dorong masuk ke NTT Mart supaya bisa jadi oleh-oleh khas daerah,” katanya.

Tak hanya berhenti pada produksi, Melki juga mengusulkan agar kelompok usaha membangun sistem ekonomi bersama. Sebagian keuntungan diharapkan dapat disisihkan untuk mendukung pembangunan desa, sehingga pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan kemajuan wilayah.

Di sisi lain, Bupati TTS, Eduard Markus Lioe, melihat program ini sebagai momentum kebangkitan ekonomi masyarakat desa. Ia menilai selama ini potensi besar daerah seperti jagung, kacang, hingga tenun ikat belum optimal karena keterbatasan pemasaran.

“Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan, tapi tonggak penting kebangkitan ekonomi kerakyatan di desa,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya legalitas dan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar modern. Pemerintah daerah diminta aktif membantu pelaku UMKM dalam pengurusan izin edar, sertifikasi halal, hingga standar kemasan.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi NTT, Yohan A. Bunmo Loban, menjelaskan pelatihan menyasar empat kelompok UMKM, yakni Anggrek, Melati, Mawar, dan Sinar Kasih. Selain emping jagung, masyarakat juga mulai mengembangkan produk turunan lainnya.

“Tujuannya meningkatkan pendapatan masyarakat desa sekaligus memperkuat kapasitas kewirausahaan,” katanya.

Kini, langkah kecil dari Desa Nobi-Nobi mulai menunjukkan arah yang jelas. Dari ladang sederhana, produk emping jagung perlahan bergerak menuju etalase pasar. Jika konsisten dikembangkan, bukan tidak mungkin desa ini akan dikenal bukan lagi sebagai penghasil jagung mentah, melainkan sebagai sentra produk olahan unggulan di Nusa Tenggara Timur. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.