Suarantt.id, Jakarta-Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, ikut ambil bagian dalam pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara, Inacraft October 2025, yang digelar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran pada 30 September-5 Oktober 2025.
Partisipasi ini menjadi langkah penting bagi TTU dalam memperkenalkan produk kerajinan khas daerah ke kancah nasional bahkan internasional. Sebelumnya, produk kerajinan TTU belum pernah dipamerkan di ajang bergengsi seperti Inacraft.
Ketua Dekranasda TTU, Andina Winantuningtyas, menyebut keterlibatan perdana ini sebagai momentum bersejarah. “Kedepan, kami akan mengikuti pameran Inacraft secara rutin dua kali dalam setahun, Februari dan Oktober. Semua produk yang kami bawa adalah murni karya UMKM TTU,” ujarnya kepada awak media pada Jumat (3/10/2025).
Dekranasda TTU mengutus Ibu Wakil Bupati TTU, Elisabeth Endang Sri Susilowati, perwakilan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta delapan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan. Produk yang dipamerkan mencerminkan identitas khas TTU, mulai dari minyak rempah tradisional, tas tenun, busana, hingga kerajinan tangan berbasis tenun ikat.
Menurut Andina, keikutsertaan TTU dalam ajang internasional ini bukan hanya sebatas promosi produk, tetapi juga strategi untuk membuka jejaring pasar yang lebih luas. “Produk TTU yang selama ini dikenal di lingkup lokal, kini bisa menjangkau pembeli nasional dan mancanegara,” jelasnya.
Ia menambahkan, saat ini Dekranasda TTU bahkan telah mendapat undangan dari tiga negara di Eropa untuk memamerkan produk serupa. Sebelumnya, ia sendiri sudah membawa tas khas TTU dalam ajang di Osaka, Jepang, pada Agustus lalu.
“Poin pentingnya adalah jangan pernah lelah menciptakan karya. Teruslah bergerak, karena ketika bertemu orang dan kesempatan yang baik, hal-hal besar bisa terjadi,” imbuhnya.
Lebih jauh, Andina menekankan bahwa kerajinan tangan seperti tenun ikat TTU bukan hanya bernilai ekonomi, tetapi juga merupakan warisan budaya. Melalui pameran seperti Inacraft, tradisi tersebut dapat diperkenalkan kepada publik luas dalam bentuk modern dan inovatif.
Partisipasi ini sekaligus menegaskan konsistensi pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif. UMKM lokal, yang sebagian besar digerakkan oleh perempuan, mendapat ruang baru untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.
“Inacraft adalah etalase kerajinan Nusantara yang diikuti peserta dari 19 negara. Kehadiran TTU di sini membuktikan bahwa kerajinan dari perbatasan NTT mampu bersaing dan berpeluang besar menembus pasar dunia,” tandas Andina.
Pameran Inacraft October 2025 sendiri menghadirkan 843 stan dari berbagai kalangan, mulai dari pelaku UMKM, kementerian, BUMN, hingga peserta luar negeri. Ajang ini selalu menjadi magnet bagi kolektor, pembeli, hingga investor internasional yang berburu produk khas Nusantara.
Dengan debut di Inacraft, TTU resmi menorehkan sejarah baru dalam upaya memperkenalkan karya lokal ke panggung internasional. ***





