Di Balik Pelantikan KABELA, Tersimpan Harapan Besar untuk Masa Depan NTT

oleh -264 Dilihat
Wagub NTT Lantik Pengurus KABELA Periode 2026-2031. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Pelantikan Pengurus Keluarga Besar Lamaholot (KABELA) Kupang bukan sekadar agenda seremonial organisasi. Di balik prosesi yang berlangsung khidmat di GOR Flobamorata Oepoi Kupang pada Sabtu (11/4/2026) malam, tersimpan harapan besar akan peran strategis komunitas Lamaholot dalam mendorong pembangunan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, yang hadir sekaligus melantik pengurus KABELA Kupang, menegaskan bahwa momentum ini harus dimaknai sebagai titik awal penguatan arah kebersamaan dan kontribusi nyata bagi daerah.

“Momentum ini bukan sekadar seremonial organisasi, namun merupakan titik peneguhan arah kebersamaan, kepemimpinan, dan kontribusi nyata orang Lamaholot bagi pembangunan NTT,” ujarnya.

Pelantikan tersebut ditandai dengan pengucapan sumpah dan janji pengurus serta penyematan pin oleh Wakil Gubernur. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian Festival KABELA yang telah digelar sejak Jumat (10/4), meliputi seminar nasional, halal bihalal, hingga gebyar budaya.

Dalam sambutannya, Johni Asadoma menekankan bahwa kepemimpinan dalam perspektif Lamaholot tidak semata soal jabatan, melainkan tentang legitimasi sosial dan moral yang lahir dari kepercayaan masyarakat.

“Pemimpin Lamaholot adalah penjaga keseimbangan antara adat dan perubahan, antara nilai dan kemajuan, antara identitas dan keterbukaan,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti besarnya potensi kawasan Lamaholot yang mencakup Adonara, Solor, Flores Timur, Lembata, hingga Alor. Menurutnya, kekuatan budaya yang dimiliki tidak hanya menjadi identitas, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi yang terintegrasi.

“Lamaholot bukan sekadar identitas budaya, tetapi juga kekuatan sosial, historis, dan ekonomi yang belum sepenuhnya kita optimalkan. Ke depan, kita perlu mendorong kawasan ini sebagai ekonomi berbasis budaya yang mengintegrasikan sektor perkebunan, kelautan, UMKM, tenun, kuliner, seni, dan pariwisata,” jelasnya.

BACA JUGA:  Wagub NTT Berbagi Sembako di Panti Asuhan Attin

Sebagai Penasehat KABELA, Wagub juga menyampaikan lima agenda penting ke depan, yakni penguatan generasi muda Lamaholot, pengembangan UMKM berbasis budaya, optimalisasi festival budaya sebagai penggerak ekonomi, penguatan jejaring dan kolaborasi, serta menjaga integritas dan nilai dalam setiap langkah organisasi.

Dia berharap KABELA dapat menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai potensi tersebut dengan program-program pembangunan pemerintah daerah, termasuk mendukung inisiatif One Community One Product (OCOP) dan NTT Mart.

Dalam kesempatan itu Johni Asadoma menegaskan bahwa pelantikan ini harus menjadi awal dari tanggung jawab besar untuk menjaga nilai, menggerakkan potensi, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan NTT.

Sementara itu, Ketua KABELA Kupang terpilih periode 2026-2031, Donatus Ara Kian, menyampaikan bahwa pelantikan ini menjadi simbol persatuan keluarga besar Lamaholot di Kota Kupang yang berasal dari berbagai wilayah.

“Pelantikan ini adalah bukti persatuan dan kesatuan Keluarga Besar Lamaholot dari Adonara, Solor, Flores Timur, Lembata, hingga Alor,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen KABELA Kupang untuk mendukung program-program Pemerintah Provinsi NTT dalam mendorong pembangunan daerah.

“Kami siap menyukseskan program pemerintah daerah demi kemajuan NTT,” tegasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah anggota DPRD Provinsi NTT, pimpinan perangkat daerah, tokoh masyarakat Lamaholot, serta undangan lainnya yang ikut menyaksikan momen penting tersebut. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.