Domba Rote Terancam Inbreeding, Undana Dorong Perlindungan Berbasis Riset

oleh -2094 Dilihat
Universitas Nusa Cendana Gelar Podcast Undana Talk Soroti Ancaman Inbreeding Terhadap Domba Rote. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Universitas Nusa Cendana (Undana) melalui platform digital Podcast Undana Talk menyoroti ancaman serius terhadap keberlanjutan Domba Rote (DORET) sebagai kekayaan genetik asli Nusa Tenggara Timur (NTT).

Meski dikenal memiliki kualitas daging premium dan ketahanan tinggi terhadap iklim ekstrem, populasi DORET kini menghadapi risiko penurunan mutu genetik akibat praktik perkawinan sedarah (inbreeding) yang belum terkelola secara baik.

Isu strategis tersebut dibahas dalam diskusi kolaboratif hasil kerja sama Sub Unit Humas–Biro Perencanaan dan Kerja Sama (BPKS) Undana bersama Pos Kupang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya hilirisasi riset agar temuan ilmiah tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi dapat diakses langsung oleh masyarakat sekaligus menjadi rujukan kebijakan bagi pemerintah daerah.

Peneliti Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan (FPKP) Undana, Dr. Marthen L. Mullik, menjelaskan bahwa Domba Rote merupakan plasma nutfah unik yang telah beradaptasi di wilayah lahan kering sejak abad ke-16. Berdasarkan riset kolaboratif tahun 2025 bersama pakar genetika IPB University, sekitar 75 persen populasi DORET dikategorikan memiliki kualitas genetik premium.

“Domba Rote memiliki ketahanan panas yang sangat baik dan tetap produktif di lingkungan ekstrem. Jika dikelola dengan pendekatan modern dan berbasis ilmu pengetahuan, DORET berpotensi menjadi komoditas unggulan nasional,” ungkap Dr. Marthen dalam sesi diskusi yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Pos Kupang.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa potensi besar tersebut terancam oleh sejumlah persoalan mendasar. Selain inbreeding kronis akibat populasi yang terisolasi, DORET juga menghadapi krisis nutrisi karena ketergantungan penuh pada alam tanpa cadangan pakan di musim kemarau. Permasalahan lain meliputi manajemen pemeliharaan yang masih tradisional, risiko penyakit ternak, serta lemahnya rantai pasok dan pemasaran hasil ternak.

BACA JUGA:  Gubernur NTT Diminta Bertanggung Jawab atas Pensiun Sepihak Guru di Rote Ndao

Menurut Dr. Marthen, tantangan-tantangan tersebut hanya dapat diatasi melalui intervensi berbasis riset dan pendampingan berkelanjutan kepada peternak. Edukasi yang tepat diharapkan mampu mendorong perubahan pola pemeliharaan menuju sistem yang lebih modern dan berkelanjutan.

Upaya edukasi ini sejalan dengan visi One Village One Product (OVOP) Pemerintah Provinsi NTT serta kebijakan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao yang telah menetapkan Domba Rote sebagai komoditas unggulan daerah. Saat ini, tim peneliti Undana juga tengah menyusun buku panduan intervensi teknis sebagai langkah konkret untuk menerjemahkan hasil riset menjadi peningkatan kesejahteraan peternak.

“Kami ingin peternak di pelosok NTT memperoleh akses edukasi digital agar mampu mengelola ternak secara lebih profesional,” tambah Dr. Marthen.

Melalui pendekatan berbasis riset dan penguatan kapasitas peternak, Undana berkomitmen untuk terus mengawal pelestarian Domba Rote agar tetap menjadi identitas genetik sekaligus penggerak ekonomi unggulan masyarakat Nusa Tenggara Timur. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.