Filosi Robotic Competition 2026 Jadi Titik Awal Kebangkitan Teknologi di NTT

oleh -92 Dilihat
Wawali Kupang Didampingi Kadis Pendidikan dan Kebudayaan NTT di Pembukaan Acara Peluncuran Opening Ceremony Filosi Robotic Competition 2026 di Aula BPVP Kementerian Ketenagakerjaan pada Rabu, 20 Mei 2026. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Filosi Robotic Competition 2026 resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, dalam Opening Ceremony yang berlangsung di Aula BPVP Kementerian Ketenagakerjaan pada Rabu (20/05/2026).

Ajang ini menjadi kompetisi robotik pertama berskala besar di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mempertemukan dunia pendidikan, pemerintah, akademisi, dan komunitas teknologi dalam satu gerakan bersama membangun generasi inovator muda.

Dalam sambutannya, Serena menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perlombaan teknologi, tetapi menjadi momentum penting dalam mengubah cara berpikir generasi muda NTT dalam menghadapi tantangan masa depan.

“Hari ini, untuk pertama kalinya kita berdiri bersama menyaksikan kompetisi teknologi robotik. Budaya adalah akar kita, tetapi teknologi adalah sayap kita untuk terbang menuju masa depan,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran Filosi Robotic Competition 2026 menjadi bukti bahwa anak-anak muda NTT memiliki potensi besar dalam bidang inovasi dan kreativitas. Ia menekankan bahwa dunia saat ini membutuhkan generasi yang tidak hanya memiliki gelar akademik, tetapi juga mampu menciptakan solusi nyata.

“Apa yang terjadi hari ini bukan sekadar perlombaan robot biasa. Ini adalah gerakan. Kita ingin anak-anak muda NTT tidak hanya menjadi penonton perkembangan teknologi, tetapi tampil sebagai pencipta dan inovator,” tegas Serena.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi dalam menjawab persoalan riil masyarakat, termasuk di sektor pertanian. Menurutnya, penerapan teknologi dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat secara signifikan.

Serena juga mengingatkan generasi muda agar bijak dalam memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Ia menegaskan bahwa AI harus menjadi alat untuk memperkuat kreativitas manusia, bukan menggantikan kemampuan berpikir.

“Jadikan AI sebagai pemantik ide, tetapi jangan biarkan AI mengambil alih fungsi otak kita. Kita harus mengendalikan teknologi, bukan dikendalikan teknologi,” pesannya.

BACA JUGA:  LLDIKTI XV Kucurkan Rp11 Miliar untuk Riset dan Pengabdian di NTT

Pemerintah Kota Kupang, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan ruang kreatif dan akses pendidikan teknologi bagi generasi muda di NTT.

Sementara itu, Founder Logosi Institute, Erwin Alexander, menjelaskan bahwa kompetisi ini lahir dari keprihatinan terhadap masih minimnya literasi robotik di NTT. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai gerakan edukatif yang terbuka bagi berbagai kalangan, mulai dari tingkat SD hingga umum.

“Ini bukan hanya lomba, tetapi gerakan memperkenalkan teknologi sejak dini kepada generasi muda di NTT,” jelasnya.

Beragam kategori lomba dihadirkan sesuai jenjang pendidikan, mulai dari perakitan robot sederhana untuk tingkat SD, pembuatan smart obstacle car untuk SMP, hingga pengembangan sistem robotik yang mampu menjawab persoalan daerah untuk tingkat SMA. Sementara itu, kategori umum akan berkompetisi dalam lomba line follower.

Seluruh peserta juga mendapatkan akses workshop gratis sebelum kompetisi, dengan pendampingan dari akademisi berbagai perguruan tinggi di NTT seperti Undana, Unwira, dan Unimor. Pelatihan tersebut mencakup dasar robotika, coding, hingga demonstrasi teknologi.

Koordinator Satpel BPVP Kupang, Wilfrianus Sabon Tawa, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting dalam membangun sumber daya manusia di bidang teknologi di NTT.

Ia mengakui bahwa selama ini masih terdapat anggapan bahwa robotik adalah bidang yang sulit dan mahal.
Namun, melalui berbagai demonstrasi teknologi sederhana seperti tempat sampah otomatis dan sistem rumah pintar, minat pelajar terhadap robotika mulai menunjukkan peningkatan.

Usai pembukaan, Wakil Wali Kota bersama para tamu undangan berkesempatan meninjau langsung hasil karya robotik para peserta. Filosi Robotic Competition 2026 diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem teknologi yang kuat serta membuka jalan bagi lahirnya generasi muda NTT yang siap bersaing di era digital. ***

BACA JUGA:  Wali Kota Kupang Lantik Pengurus Karang Taruna Kota Kupang Periode 2025-2030

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.