Gerakan Jam Belajar Digalakkan, Gubernur NTT Targetkan Pendidikan Naik Kelas

oleh -89 Dilihat
Gubernur NTT Melki Laka Lena Hadiri Acara Pengukuhan Ibunda Guru Provinsi NTT dan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT di Aula El Tari Kupang pada Jumat, 29 Mei 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menggalakkan Gerakan Jam Belajar sebagai salah satu strategi utama untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. Langkah ini diharapkan mampu mendorong NTT keluar dari peringkat bawah dan “naik kelas” dalam capaian pendidikan nasional.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Melki saat memberikan arahan pada kegiatan Pengukuhan Ibunda Guru Provinsi NTT dan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT di Aula El Tari Kupang pada Jumat (29/5/2026).

Menurutnya, kualitas pendidikan di NTT saat ini masih menjadi pekerjaan rumah besar. Berdasarkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA), NTT masih berada di posisi 36 dari 38 provinsi di Indonesia.

“Ini tantangan kita bersama. Tahun depan kita mesti naik kelas. Karena itu harus ada cara-cara baru yang kita pikirkan untuk perbaikan kualitas pendidikan kita ke depan,” tegas Melki.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi NTT telah menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 24 Tahun 2026 tentang Gerakan Jam Belajar di Lingkungan Masyarakat. Melalui kebijakan ini, masyarakat didorong menciptakan suasana belajar di rumah setiap pukul 18.00 hingga 19.30 WITA.

“Kita ingin ada waktu tenang untuk membaca, berhitung, belajar kelompok, atau diskusi keluarga. Minimal kita mulai membangun kebiasaan belajar lagi,” ujarnya.

Melki menjelaskan, meskipun anggaran pendidikan di NTT tergolong besar—mencapai sekitar Rp2,4 triliun dari total APBD Rp5,5 triliun hasil yang dicapai belum sesuai harapan. Karena itu, fokus ke depan tidak hanya pada anggaran, tetapi juga peningkatan kualitas guru dan penguatan budaya belajar di masyarakat.

“Anggaran pendidikan kita besar, tetapi hasilnya belum maksimal. Guru tetap menjadi faktor kunci. Kalau kapasitas guru baik dan ilmu bisa ditransfer dengan baik ke siswa, maka kualitas pendidikan akan meningkat,” jelasnya. ***

BACA JUGA:  Peringatan Hari Ibu, Ketua DPRD NTT Serukan Partisipasi Perempuan dalam Seluruh Proses Pembangunan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.