Gubernur Melki Dukung FCE 2026, UMKM NTT Didorong Tembus Pasar Nasional hingga Mancanegara

oleh -65 Dilihat
Gubernur NTT Melki Laka Lena Didampingi Karo Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT, Selfi Handrayani Nange Beraudiensi dengan Kepala Perwakilan BI NTT, Adidoyo Prakoso dan Jajarannya. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena mendukung penuh pelaksanaan Flobamorata Creative Expo (FCE) 2026 sebagai momentum memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sekaligus mendorong produk unggulan daerah menembus pasar nasional hingga mancanegara.

Dukungan tersebut disampaikan Gubernur Melki saat menerima kunjungan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT Adidoyo Prakoso di ruang kerja Gubernur NTT, Selasa (29/9/2026).

Pertemuan tersebut membahas rencana pelaksanaan FCE 2026 yang merupakan hasil sinergi Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT bersama Pemerintah Provinsi NTT dalam mendorong penguatan ekonomi kreatif dan pengembangan UMKM.

FCE 2026 mengusung tema “Flobamorata Berkarya, Menuju Perekonomian Berdaya dan Berkelanjutan” dan dijadwalkan berlangsung pada 2-4 Oktober 2026 di Lippo Plaza Mall, Kota Kupang.

Gubernur Melki menyambut baik pelaksanaan FCE sebagai ruang strategis untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan NTT kepada pasar yang lebih luas.

“Terima kasih kepada Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT bersama jajaran atas rencana pelaksanaan FCE ini serta sinergi para pemangku kepentingan untuk memastikan produk-produk unggulan NTT memiliki ruang yang lebih luas untuk berkembang,” ungkap Gubernur Melki.

Menurutnya, FCE 2026 harus menjadi momentum untuk memperkenalkan sekaligus memperluas penetrasi produk kopi, wastra, dan kuliner NTT ke pasar nusantara hingga mancanegara.

Selain memperluas pasar, Gubernur juga mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif.

“Kita perlu tumbuhkan minat dan bakat anak-anak kita baik itu anak sekolah atau mahasiswa dalam wirausaha untuk pengembangan potensi UMKM yang kita punya,” ujarnya.

Gubernur Melki juga menekankan pentingnya pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara optimal bagi masyarakat yang ingin memulai maupun mengembangkan usaha sesuai potensi dan kemampuan dalam mengelola UMKM.

BACA JUGA:  Jokowi Minta Kader PSI Kerja Keras Kenalkan Logo Gajah, Target Menang 2029

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT Adidoyo Prakoso menjelaskan bahwa FCE 2026 merupakan bentuk rebranding dari kegiatan sebelumnya, yakni Exotic Tenun Fest (ETF).

“Dengan konsep yang lebih luas, FCE tidak hanya mengangkat tenun atau wastra, tetapi juga menempatkan wastra, kopi, dan kuliner sebagai komoditas unggulan yang merepresentasikan kekayaan budaya, kreativitas, serta potensi alam Nusa Tenggara Timur,” jelas Adidoyo.

Ia mengatakan, FCE 2026 tidak hanya diarahkan sebagai ruang promosi dan pemasaran produk UMKM. Kegiatan tersebut juga dirancang untuk memperkuat ekosistem usaha dari hulu hingga hilir.

Penguatan tersebut mencakup peningkatan kapasitas pelaku usaha, pengembangan produk, akses pembiayaan, perluasan pasar hingga membuka peluang ekspor bagi produk-produk unggulan NTT.

Sejumlah agenda telah disiapkan dalam rangkaian FCE 2026, di antaranya talkshow dan masterclass, kompetisi wastra, kopi dan kuliner, UMKM Expo, business matching, serta konsultasi ekspor dan pembiayaan perbankan.

Selain itu, FCE 2026 menghadirkan berbagai agenda literasi dan edukasi bagi masyarakat, seperti talkshow perlindungan konsumen dalam sistem pembayaran, QRIS Experience, sosialisasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah, konsultasi pembiayaan perbankan, perpustakaan keliling hingga bedah buku.

Masyarakat juga dapat mengakses layanan sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Menariknya, FCE 2026 turut membawa pesan solidaritas melalui subtema “Boka Ngere Ki, Bere Ngere Ae”, yang dalam bahasa Ende bermakna “Bersama, Saling Peduli, Menguatkan Untuk Bangkit.”

Pesan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat NTT, khususnya warga di Pulau Flores yang tengah menghadapi dampak bencana alam.

Solidaritas itu akan diwujudkan melalui donasi dari hasil penjualan produk UMKM selama FCE 2026, lelang tenun khusus yang seluruh hasil penjualannya akan didonasikan kepada masyarakat terdampak bencana, serta kanal donasi melalui QRIS ChariTree.

BACA JUGA:  Gubernur NTT Dorong RSAL Samuel Moeda Jadi Pusat Terapi Hiperbarik Andal di Timur Indonesia

Seluruh rangkaian FCE 2026 dirancang dengan kerangka 3I+S, yakni impactful, inclusive, integration, dan synergy. Kerangka tersebut menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pemangku kepentingan agar FCE tidak berhenti sebagai kegiatan pameran, tetapi menghasilkan dampak nyata bagi pelaku usaha dan masyarakat.

Dengan semangat “Flobamorata Berkarya, Menuju Perekonomian Berdaya dan Berkelanjutan”, FCE 2026 diharapkan mampu mempertemukan produk UMKM dengan pasar yang lebih luas, membuka akses pembiayaan, memperkuat jejaring usaha, serta mendorong produk kopi, wastra dan kuliner NTT semakin dikenal di tingkat nasional hingga mancanegara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.