Gubernur Melki Laka Lena Akui Meninggalnya YBR Jadi Refleksi Kegagalan Sistem Pendidikan dan Perlindungan Anak di NTT

oleh -915 Dilihat
Gubernur NTT Bertemu dengan Ibu Maria Goreti Te’a (ibunda YBR) di Ngada. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mengakui bahwa peristiwa meninggalnya almarhum YBR (10), seorang siswa sekolah dasar asal Kabupaten Ngada, menjadi refleksi serius atas masih adanya kegagalan dalam sistem pendidikan dan perlindungan anak di NTT.
“Ini adalah tamparan keras bagi kita semua. Pemerintah Provinsi NTT mengakui ada kegagalan, dan dari situ kita harus berani memperbaiki diri,” tegas Gubernur Melki Laka Lena.
Gubernur juga mengingatkan agar masyarakat NTT tidak terus-menerus memposisikan diri sebagai daerah miskin. Menurutnya, NTT merupakan daerah yang kaya akan empati, kepedulian sosial, serta memiliki potensi sumber daya alam yang besar, yang seharusnya menjadi kekuatan dalam membangun kesejahteraan bersama.
Pada Sabtu, 7 Februari 2026, Gubernur NTT secara langsung mengunjungi keluarga YBR di Kampung Dona, Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada. Dalam kunjungan tersebut, Gubernur menyampaikan belasungkawa dan duka cita mendalam kepada keluarga korban, yakni Maria Goreti Te’a (ibunda YBR), Wilhelmina Nenu (nenek), Ardianus Niga dan Aulita F. Mbe’e (kakak YBR). Gubernur juga menyempatkan diri mengunjungi makam almarhum YBR untuk mendoakan kepergiannya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur menegaskan bahwa kepergian YBR bukan hanya menjadi duka bagi keluarga dan masyarakat Ngada, tetapi juga merupakan duka nasional. “Sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, kami mohon maaf baru bisa hadir hari ini dan menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya bagi keluarga,” ujarnya.
Gubernur Melki menyatakan bahwa peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh jajaran pemerintahan bahwa masih banyak kekurangan yang harus dibenahi, terutama dalam memastikan layanan publik menjangkau keluarga-keluarga rentan. “Kami menyadari masih banyak hal yang harus kami perbaiki agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Kinerja pemerintah harus dibenahi agar mampu mengurus masyarakat secara lebih menyeluruh,” katanya.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk bekerja lebih baik dalam menangani persoalan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Menurutnya, bersama Presiden dan jajaran kementerian, Pemerintah Provinsi NTT akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik demi kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, Gubernur menekankan pentingnya peran seluruh pranata sosial kemanusiaan agar dapat berjalan secara maksimal. “Bersama tokoh agama, tokoh adat, tokoh budaya, dan tokoh masyarakat lainnya, kami akan memastikan seluruh pranata—baik pemerintahan, sosial, adat, maupun keagamaan—berfungsi optimal untuk menjamin kelangsungan hidup dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Gubernur juga menitipkan pesan kepada seluruh masyarakat NTT untuk terus menjaga solidaritas dan empati dalam kehidupan sosial. “Saya titip agar solidaritas, kepedulian, kerja sama, dan gotong royong yang menjadi warisan leluhur terus kita jaga. Pemerintah akan terus berbenah, dan masyarakat diharapkan tetap saling melindungi, saling menyayangi, dan saling membantu,” ujarnya.
Di akhir penyampaiannya, Gubernur Melki Laka Lena turut menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang telah mengawal dan memberitakan peristiwa ini secara bertanggung jawab. Menurutnya, peran media sangat penting dalam memberikan masukan dan kritik konstruktif agar pemerintah dapat melakukan introspeksi dan bekerja lebih baik ke depan.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur NTT turut didampingi Bupati Ngada Raymundus Bena, Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu, Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, Wakil Bupati Ende Dominikus Minggu Mere, unsur Forkopimda, serta pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTT, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Ambrosius Kodo, Kepala Dinas Sosial NTT Kanisius Mau, dan Kepala Biro Umum Setda Provinsi NTT Agustinus Sigasare.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.