Gubernur Melki Sebut Konsumsi Pinang Picu Kebocoran Ekonomi NTT Hingga Triliunan Rupiah

oleh -1033 Dilihat
Gubernur NTT Melki Laka Lena. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menyoroti tingginya kebocoran ekonomi daerah yang dipicu oleh pola konsumsi masyarakat, terutama pada komoditas pinang yang nilainya mencapai sekitar Rp1 triliun per tahun.

Menurut Gubernur, besarnya angka konsumsi tersebut belum diimbangi dengan kemampuan produksi lokal, sehingga sebagian besar perputaran uang justru keluar dari daerah.

Kondisi ini dinilai menjadi salah satu faktor utama yang menghambat pertumbuhan ekonomi NTT secara optimal.

Selain pinang, Melki juga menyinggung tingginya ketergantungan masyarakat terhadap air mineral yang hampir sepenuhnya masih dipasok dari luar daerah.

Hal ini semakin memperbesar kebocoran ekonomi karena kebutuhan dasar tersebut belum mampu dipenuhi oleh produksi lokal.

“Kalau Rp300 sampai Rp500 miliar saja bisa diproduksi di sini, itu sudah cukup menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Melki.

Ia menegaskan, upaya menekan kebocoran ekonomi tidak cukup hanya melalui kebijakan fiskal. Pemerintah Provinsi NTT, lanjutnya, memang telah melakukan langkah efisiensi dengan memangkas belanja daerah sebesar 10 persen, namun hal itu belum akan berdampak signifikan tanpa perubahan pola konsumsi masyarakat.

Untuk itu, Melki mendorong adanya pergeseran paradigma ekonomi dari konsumtif menjadi produktif, dengan mengutamakan penggunaan produk lokal.

Ia juga meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov NTT untuk menjadi motor penggerak dalam mengonsumsi dan mempromosikan produk-produk lokal.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan perputaran uang di dalam daerah, memperkuat pelaku usaha lokal, serta secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar NTT.

Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Gubernur optimistis kebocoran ekonomi dapat ditekan, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi daerah ke depan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.