Gubernur NTT Ingatkan Ancaman Stunting dan Ledakan Kelahiran di Rakorda Bangga Kencana

oleh -461 Dilihat
Gubernur NTT Buka Rakorda BANGGA KENCANA 2026 di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT pada Kamis, 16 April 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) serta Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Tahun 2026 di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT pada Kamis (16/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi NTT Faisal Fahmi, Kepala BPS Provinsi NTT Matamira Kale, Kadis Minpres Kodam VII Kupang Sugiarto, Kabid Dokkes Polda NTT Hery Purwanto, Kadispers Lanud El Tari Burhanudin, Kepala Dinas P3AP2KB Provinsi NTT Iien Adriany, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT Ruth Lasikodat, serta para kepala dinas terkait dari kabupaten/kota se-NTT.

Turut hadir secara virtual Direktur Analisa Dampak Kependudukan Kemendukbangga/BKKBN Nyigit Wudi Amini.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa Rakorda Bangga Kencana merupakan agenda strategis yang tidak sekadar rutinitas, melainkan momentum penting untuk memperkuat peran keluarga dalam pembangunan sumber daya manusia serta penanganan berbagai persoalan sosial.

“Rapat ini sangat strategis, bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi pertemuan untuk memperkuat peran keluarga sebagai tempat utama pembentukan karakter dan kualitas SDM, sekaligus mengatasi masalah stunting, kemiskinan, dan kemiskinan ekstrem,” ujarnya.

Gubernur Melki juga menyoroti semakin pudarnya peran keluarga dalam mendidik anak akibat perkembangan teknologi.

Menurutnya, penggunaan perangkat komunikasi seperti telepon genggam membawa dampak ganda, baik positif maupun negatif, terutama dalam mengurangi interaksi langsung antara orang tua dan anak.

“Keluarga hari ini mulai kehilangan makna dan identitasnya dalam membentuk karakter anak. Ini menjadi tantangan bersama yang harus kita atasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa berbagai persoalan sosial yang terjadi saat ini, termasuk stunting dan kemiskinan, berakar dari permasalahan dalam keluarga. Oleh karena itu, penguatan kualitas keluarga menjadi langkah utama yang harus dilakukan.

BACA JUGA:  Gubernur Melki Nilai Museum Daerah NTT Kian Maju, Ajak Pelajar Aktif Berkunjung

Selain itu, Gubernur Melki juga memberi perhatian serius terhadap peningkatan angka kelahiran di NTT. Ia menyebutkan bahwa salah satu penyebabnya adalah menurunnya penggunaan alat kontrasepsi.

“Peningkatan angka kelahiran seharusnya menjadi berkat, namun jika tidak dikelola dengan baik, justru akan menimbulkan masalah baru seperti kemiskinan dan stunting,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya perbaikan data terkait stunting dan kemiskinan agar berbagai program dan bantuan pemerintah dapat tepat sasaran.

“Masalah data masih menjadi kendala serius. Kita harus memastikan data yang akurat agar intervensi yang dilakukan benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu Gubernur berharap Rakorda tersebut mampu menghasilkan solusi konkret melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Saya berharap Rakorda ini menghasilkan langkah nyata dan kolaborasi kuat dalam penanganan stunting dan kemiskinan, dengan keluarga sebagai fondasi utama,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi NTT, Faisal Fahmi, dalam laporannya menyampaikan bahwa Program Bangga Kencana merupakan pilar strategis dalam pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

“Program ini berperan penting dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul, sehat, produktif, dan berdaya saing, dengan keluarga sebagai unit terkecil yang memiliki peran sentral,” ujarnya.

Direktur Analisa Dampak Kependudukan Kemendukbangga/BKKBN, Nyigit Wudi Amini, yang hadir secara virtual menambahkan bahwa pemerintah pusat berkomitmen memastikan program Bangga Kencana dapat menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah pelosok di NTT.

Sebagai rangkaian kegiatan, dilakukan penandatanganan komitmen kinerja program kependudukan dan pembangunan keluarga tahun 2026 antara BKKBN Provinsi NTT dan pimpinan OPD dari 22 kabupaten/kota se-NTT. Selain itu, ditandatangani pula nota kesepahaman dengan BPS Provinsi NTT serta kerja sama dengan mitra seperti PKBI dan Sepe Tree Learning Day Care.

BACA JUGA:  DPRD NTT Desak Gubernur Melki Laka Lena Inovatif Tingkatkan PAD di Tengah Efisiensi Anggaran

Dalam kesempatan tersebut, Kemendukbangga/BKKBN juga menyerahkan sejumlah penghargaan kepada daerah berprestasi, di antaranya Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Kupang, dan Kabupaten Sikka untuk kategori penyusunan peta jalan pembangunan kependudukan berkualitas tahun 2025. Penghargaan pengelolaan DAK sub bidang KB juga diberikan kepada Kabupaten Sumba Barat Daya dan Kabupaten Alor.

Rakorda ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi lintas sektor guna menekan angka stunting, mengendalikan pertumbuhan penduduk, serta meningkatkan kualitas keluarga di Provinsi Nusa Tenggara Timur. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.