Gubernur NTT Terima Kunjungan 20 Fellow The Equity Initiative, Bahas Kolaborasi Internasional Atasi Stunting

oleh -732 Dilihat
Gubernur NTT Beraudiensi dengan 20 Gubernur NTT Terima Kunjungan 20 Fellow The Equity Initiative. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menerima kunjungan 20 orang fellow dari komunitas The Equity Initiative, sebuah program kepemimpinan kesehatan lintas negara yang berfokus pada keadilan sosial dan kesehatan masyarakat di kawasan Asia Tenggara dan China. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh dialog terbuka di ruang rapat Kantor Gubernur NTT pada Selasa (5/8/2025) sore.

Turut hadir mendampingi Gubernur dalam pertemuan ini, Kepala Bapperida dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan menyambut baik komitmen para fellow dalam mendorong pembangunan kesehatan yang adil dan merata di kawasan Asia. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam menghadapi tantangan kesehatan global, khususnya stunting yang masih menjadi persoalan serius di wilayah NTT dan negara-negara lain di Asia Tenggara.

“Stunting itu bicara tentang masa kini dan masa depan bangsa. Kita mengurus masa kini agar generasi hari ini tumbuh sehat, dan pada saat yang sama mempersiapkan masa depan yang lebih kuat. Hal paling penting dalam mengatasi stunting adalah kerja sama dan kolaborasi. Tidak bisa sendiri-sendiri,” tegas Gubernur.

Provinsi NTT saat ini menunjukkan tren positif dalam penurunan angka stunting, meski masih menghadapi berbagai tantangan. Pemerintah Provinsi telah menjalankan berbagai program strategis, mulai dari penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, edukasi gizi seimbang, hingga pelibatan tokoh masyarakat dalam kampanye kesehatan.

Gubernur juga menyinggung sejumlah keputusan politik strategis yang telah diambil untuk menjamin keberlanjutan program penanganan stunting di seluruh pelosok NTT.

Sesi dialog antara Gubernur dan para fellow berlangsung interaktif. Para peserta menunjukkan ketertarikan besar terhadap konteks sosial, budaya, dan geografis NTT yang mempengaruhi dinamika penanganan stunting. Diskusi juga diwarnai tukar pengalaman lintas negara mengenai inovasi berbasis komunitas, pembiayaan kesehatan yang inklusif, dan strategi pelibatan akar rumput.

BACA JUGA:  Gubernur NTT Luncurkan Program OVOP, Dorong Desa Jadi Motor Ekonomi Daerah

The Equity Initiative sendiri merupakan program kepemimpinan yang didukung oleh China Medical Board dan The Atlantic Philanthropies, dan menjaring fellow dari berbagai profesi seperti dokter, akademisi, pembuat kebijakan, aktivis sosial, hingga tenaga profesional yang terlibat dalam isu-isu kesehatan masyarakat.

Selama kunjungan di NTT dari 5 hingga 7 Agustus 2025, para fellow akan melakukan observasi lapangan ke lokasi-lokasi yang menjadi titik fokus program penanganan stunting. Mereka dijadwalkan bertemu langsung dengan anak-anak yang mengalami stunting, kader posyandu, tenaga kesehatan lokal, serta masyarakat penerima manfaat program.

Fokus utama kunjungan ini adalah untuk mempelajari lebih dekat kebijakan publik, mekanisme kolaborasi antar sektor, serta pelibatan masyarakat lokal dalam menurunkan angka stunting secara berkelanjutan.

Gubernur Melki menyambut kunjungan ini sebagai kesempatan berharga untuk memperluas jejaring kerja sama internasional dan memposisikan NTT sebagai laboratorium sosial pembangunan kesehatan berbasis kolaborasi.

“Kami berharap kunjungan ini dapat membuka jalan bagi lebih banyak inisiatif dan kemitraan global yang memperkuat program-program pembangunan kesehatan masyarakat di NTT,” tutup Gubernur.

Kegiatan ini menandai langkah penting Provinsi NTT dalam mengedepankan pendekatan inklusif, berbasis data dan partisipatif dalam menyelesaikan tantangan kesehatan, khususnya stunting, yang selama ini menjadi perhatian serius di daerah tersebut.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.