Gubernur NTT Tinjau Karamba Jaring Apung Semau, Dorong Ekonomi Biru Berkelanjutan

oleh -348 Dilihat
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, meninjau Karamba Jaring Apung (KJA) Semau bersama mantan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Oelamasi-Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, melakukan kunjungan kerja ke Karamba Jaring Apung (KJA) Semau pada Senin (10/11/2025). Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi NTT dalam memperkuat pengembangan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu pilar utama ekonomi biru di daerah kepulauan tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Melki Laka Lena didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, Sulastri, dan disambut langsung oleh Gubernur NTT Periode 2018-2023, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), yang kini menjabat sebagai Anggota DPR RI Komisi I sekaligus Ketua Fraksi Partai NasDem.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan penjelasan teknis dari pengelola mengenai budidaya ikan kerapu, lobster, dan rumput laut, yang kemudian dilanjutkan dengan penebaran benih serta panen hasil budidaya. KJA Semau sendiri merupakan unit budidaya milik pribadi Viktor Bungtilu Laiskodat, yang kini berkembang menjadi salah satu pusat pembelajaran masyarakat dalam pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif pengembangan budidaya laut yang dilakukan oleh VBL. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT akan terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan.

“Pemerintah Provinsi mendukung upaya kolaboratif seperti ini. Kita ingin Semau menjadi contoh pengembangan budidaya laut yang berkelanjutan, yang tidak hanya meningkatkan produksi tetapi juga membuka lapangan kerja dan menambah pendapatan masyarakat,” ujar Gubernur Melki.

Ia menambahkan, strategi pembangunan ekonomi biru harus dilakukan secara terpadu dengan memperhatikan aspek konservasi, produktivitas, dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Sementara itu, Viktor Bungtilu Laiskodat menekankan pentingnya pengelolaan potensi kelautan secara terencana agar memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.

“Potensi kelautan NTT sangat besar dan pasar terbuka luas, termasuk ke Timor Leste. Budidaya laut adalah masa depan. Jika rantai pasok bisa dibangun di dalam daerah, nilai tambahnya akan tinggal di NTT,” kata VBL.

Kunjungan ini menjadi simbol kolaborasi lintas generasi pemimpin NTT dalam memperkuat pondasi ekonomi berbasis kelautan. Melalui sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat, diharapkan pengembangan ekonomi biru di NTT dapat menjadi model keberhasilan pembangunan berkelanjutan di wilayah kepulauan Indonesia bagian timur. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.