Gubernur NTT Warning Para Kepsek: Dua Tahun Tak Berkinerja, Siap Dievaluasi

oleh -602 Dilihat
Gubernur Didampingi Wagub NTT di Acara Pelantikan 104 Kepsek SMA SMK dan SLB se-NTT di Aula El Tari Kupang pada Rabu, 25 Maret 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, memberikan peringatan tegas kepada para kepala sekolah (kepsek) yang baru dilantik agar menunjukkan kinerja optimal.

Melki menegaskan, evaluasi akan dilakukan secara berkala, dan kepala sekolah yang tidak menunjukkan kinerja memadai dalam dua tahun siap untuk dievaluasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Melki saat melantik 104 Kepala SMA/SMK/SLB lingkup Pemerintah Provinsi NTT di Aula Utama El Tari, Kantor Gubernur NTT pada Rabu (25/3/2026).

“Jabatan Kepala Sekolah bukan sekadar posisi struktural, melainkan mandat profesional yang harus dibuktikan melalui capaian nyata. Jika dalam dua tahun tidak menunjukkan kinerja optimal, maka akan dilakukan evaluasi,” tegasnya.

Gubernur menekankan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan amanah besar sebagai pemimpin pendidikan di garis terdepan.

Menurutnya, kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan kepala sekolah.

“Kepala Sekolah tidak cukup hanya menjadi administrator. Harus menjadi pemimpin pembelajaran yang memastikan proses belajar mengajar berjalan efektif, relevan, dan berorientasi pada peningkatan mutu peserta didik,” ujarnya.

Dia juga meminta para kepala sekolah menjadi agen perubahan yang mampu merespons tantangan zaman, mendorong inovasi, serta membangun budaya kerja profesional di lingkungan sekolah.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki mengakui bahwa sektor pendidikan di NTT masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kesenjangan mutu antarwilayah, keterbatasan akses pendidikan, hingga rendahnya capaian literasi dan numerasi.

Selain itu, perubahan dunia kerja yang cepat menuntut lulusan yang adaptif dan kompetitif. Karena itu, ia menegaskan bahwa keberhasilan kepala sekolah harus terukur melalui indikator yang jelas, seperti peningkatan kualitas pembelajaran, prestasi siswa, penurunan angka putus sekolah, serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah.

BACA JUGA:  Dari Kampus ke Lapangan, Guru Besar Unimor Didorong Kawal Pembangunan NTT

Sebagai bagian dari peningkatan mutu, Gubernur juga menyoroti pentingnya pemanfaatan hasil asesmen pendidikan, termasuk Tes Kemampuan Akademik (TKA), sebagai dasar pengambilan kebijakan di tingkat sekolah.

“Hasil TKA tidak boleh berhenti sebagai angka statistik. Kepala sekolah wajib menganalisisnya untuk menyusun langkah perbaikan yang konkret,” katanya.

Selain itu, seluruh kepala sekolah diwajibkan menandatangani Pakta Integritas dan Perjanjian Kinerja sebagai bentuk komitmen terhadap target pendidikan yang telah ditetapkan.

Dalam arah kebijakan pendidikan, Pemerintah Provinsi NTT juga terus mendorong penguatan pendidikan produktif melalui program One School One Product (OSOP). Program ini diharapkan mampu menjadikan sekolah sebagai pusat kreativitas dan inovasi berbasis potensi lokal.

Khusus untuk SMK, Gubernur menekankan pentingnya penguatan teaching factory serta kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri agar lulusan benar-benar siap kerja.

Dirinya juga mengingatkan bahwa integritas merupakan fondasi utama kepemimpinan. Pengelolaan anggaran pendidikan harus dilakukan secara transparan dan akuntabel, serta berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan.

“Kepala Sekolah adalah amanah publik. Tidak boleh ada penyalahgunaan kewenangan yang merugikan peserta didik maupun masyarakat,” tegasnya.

Gubernur Melki menambahkan, keberhasilan pendidikan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi antara sekolah, guru, orang tua, masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah.

“Hari ini saudara-saudara dilantik, dan hari ini pula dimulai tanggung jawab besar untuk membuktikan kepemimpinan melalui kerja nyata,” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur NTT Johanis Asadoma, Plh. Sekretaris Daerah Flouri Rita Wuisan, jajaran Forkopimda Provinsi NTT, anggota DPRD NTT, pimpinan perangkat daerah, serta insan pers. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.