IDI NTT Desak DPRD Kawal Tuntas Kasus Kematian Dokter Icha Pakaenoni

oleh -73 Dilihat
Aksi Damai Nakes dengan Bakar Lilin di Depan Gerbang Kantor DPRD NTT pada Kamis, 9 Juli 2026. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), dr. Stefanus Dhe Soka, mendesak DPRD NTT untuk turut mengawal secara serius proses pengusutan kematian dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni (dr. Icha) yang saat ini masih berlangsung.

Desakan tersebut disampaikan dr. Stefanus saat menghadiri aksi damai Koalisi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan NTT Bersatu di depan Kantor DPRD NTT pada Kamis (9/7/2026). Aksi ini diikuti ratusan tenaga kesehatan dari berbagai organisasi profesi di NTT.

Kegiatan diawali dengan doa bersama, dilanjutkan pembacaan puisi serta orasi dari sejumlah perwakilan organisasi profesi. Massa aksi yang telah berkumpul sejak pukul 15.30 WITA itu kemudian ditemui oleh lima anggota DPRD NTT.

Dalam pernyataannya, dr. Stefanus menegaskan pentingnya jaminan keamanan bagi tenaga kesehatan dalam menjalankan tugas profesional mereka.

“Kami mohon dukungan agar saat kami melakukan tugas secara profesional harus didukung oleh suasana yang aman dan kondusif,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelayanan kesehatan tidak akan berjalan maksimal jika tenaga kesehatan berada dalam tekanan atau intimidasi. Menurutnya, peristiwa yang dialami dr. Icha harus menjadi yang terakhir.

“Kami bersungguh-sungguh agar proses ini berjalan sampai tuntas. Kami mempercayakan DPRD sebagai wakil rakyat untuk mengawal agar proses ini berjalan seadil-adilnya,” tegasnya.

Senada dengan itu, anggota IDI NTT, dr. Ronald Melviano, menyoroti masih adanya praktik intimidasi terhadap tenaga kesehatan. Ia membandingkan dengan masa pandemi COVID-19, di mana terdapat regulasi tegas terhadap pihak yang menghalangi upaya penanganan kesehatan.

“Kita punya aturan perlindungan tenaga kesehatan. Seharusnya ini bisa ditegakkan agar tidak ada lagi intervensi atau intimidasi terhadap nakes,” ujarnya.

BACA JUGA:  PSI NTT Hadirkan Ambulans Jenazah Gratis, Siap Layani Warga Kota Kupang

Dia juga mengecam keras segala bentuk intimidasi, baik fisik, verbal, maupun psikis, terhadap tenaga kesehatan. Proses hukum, menurutnya, harus berjalan secara profesional, transparan, dan tanpa tekanan dari pihak manapun.

“Urusan hukum kita serahkan ke aparat penegak hukum, tetapi kita kawal bersama agar tetap objektif dan adil,” tambahnya.

Dokter Ronald bahkan mengingatkan bahwa jika proses hukum tidak berjalan adil, tenaga kesehatan siap melakukan aksi lanjutan dengan skala yang lebih besar.
Usai dialog dengan DPRD NTT, massa aksi melakukan aksi bakar lilin sebagai bentuk solidaritas dan penghormatan bagi dr. Icha. Doa penutup dipimpin oleh Romo Amance Ninu.

Diketahui, dr. Icha Pakaenoni diduga mengalami intimidasi oleh tiga oknum anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU) saat bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kefamenanu. Ia sempat menjalani perawatan medis sebelum akhirnya meninggal dunia pada Jumat (26/6/2026) di kediamannya di RSS Baumata, Kabupaten Kupang.

Kasus ini kini menjadi perhatian luas publik dan kalangan tenaga kesehatan di NTT yang menuntut keadilan serta perlindungan yang lebih kuat bagi tenaga medis dalam menjalankan tugasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.