Jembatan Ambruk di Trans Timor, Akses Kupang Lumpuh Total; Wagub NTT Tinjau dan Siapkan Jalur Darurat

oleh -543 Dilihat
Wagub NTT Didampingi Kepala BPJN NTT Tinjau Jembatan Ambruk di Kabupaten Kupang pada Kamis, 26 Maret 2026. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Oelamasi-Jalur utama Trans Timor di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), lumpuh total setelah jembatan di Kilometer 38 Oelmasi ambruk. Akses vital yang menghubungkan sejumlah wilayah di daratan Timor itu tidak dapat dilalui kendaraan, sehingga menyebabkan antrean panjang, terutama truk pengangkut logistik.

Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, turun langsung meninjau lokasi kejadian pada Kamis (26/3/2026). Ia didampingi Kepala Dinas PUPR NTT, Benyamin Nahak, serta Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Janto.

Dalam peninjauan tersebut, Johni menegaskan bahwa kondisi jembatan mengalami kerusakan parah dan tidak memungkinkan untuk dilalui kendaraan.
“Ini jalur utama Trans Timor yang sangat vital. Kondisinya benar-benar terputus total sehingga menghentikan aktivitas transportasi masyarakat,” ujarnya.

Dia menegaskan pemerintah bergerak cepat mencari solusi darurat guna memulihkan akses transportasi. Sejumlah alternatif tengah disiapkan agar mobilitas warga tidak terganggu dalam waktu lama.
“Kita akan buka jalur alternatif secepatnya. Ini menyangkut kepentingan masyarakat luas, jadi tidak boleh berlarut-larut,” tegasnya.

Selain jembatan yang ambruk, di lokasi tersebut juga ditemukan pipa air yang patah. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada distribusi air bersih ke wilayah Kota Kupang.

Sementara itu, Kepala BPJN NTT, Janto, menjelaskan bahwa ambruknya jembatan diduga akibat pergeseran pada struktur pondasi.

“Pondasi jembatan mengalami pergeseran sehingga tidak bisa difungsikan lagi. Saat ini kami sudah mengirim alat berat untuk penanganan awal,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihak BPJN telah menyiapkan dua langkah cepat, yakni membuka jalur alternatif melalui jalan kabupaten serta membangun jembatan sementara di sisi hilir.

“Kami sudah survei lokasi dan kondisi tanah memungkinkan untuk pembangunan jembatan darurat. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera digunakan,” katanya.

BACA JUGA:  Pariwisata Alor Menjanjikan, Butuh SDM Profesional dan Terampil

Untuk penanganan permanen, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melakukan perencanaan ulang karena ruas tersebut merupakan jalan nasional.

“Perbaikan permanen membutuhkan proses desain dan penganggaran dari pusat. Sementara ini fokus kita adalah memastikan akses darurat bisa segera dibuka,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.