Kabupaten Kupang, Manggarai Barat dan Sumba Timur Jadi Penopang Produksi Padi Tertinggi di NTT

oleh -1451 Dilihat
Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT Bersama Gubernur dan Wagub NTT serta Pimpinan Forkompinda Tanam Padi di Kabupaten Kupang pada Senin, 16 Pebruari 2026. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Tiga kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) yakni Kabupaten Kupang, Manggarai Barat, dan Sumba Timur tercatat sebagai daerah dengan produksi padi tertinggi di provinsi ini. Ketiganya menjadi penopang utama dalam upaya Pemerintah Provinsi NTT memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan pada tahun 2026.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda, menjelaskan bahwa capaian produksi padi di tiga kabupaten tersebut memberikan kontribusi signifikan terhadap target produksi padi NTT tahun 2026 yang ditetapkan sebesar 1.186.456 ton Gabah Kering Giling (GKG).

Dari jumlah tersebut, diproyeksikan menghasilkan 694.944 ton beras untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat NTT yang mencapai sekitar 650.000 ton per tahun.

Ia menegaskan, peningkatan produksi ini sejalan dengan target perluasan luas tanam padi pada tahun 2026 menjadi 273.800 hektare atau naik 7,90 persen dibandingkan tahun 2025 yang seluas 253.700 hektare. Optimalisasi lahan, percepatan masa tanam melalui Gerakan Tanam Padi Serentak, serta dukungan sarana produksi pertanian menjadi strategi utama yang dijalankan pemerintah daerah.

“Atas capaian ini, NTT bersama empat provinsi lainnya menerima Pin Penghargaan Swasembada Pangan Nasional dari Kementerian Pertanian RI pada Januari 2026. Ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian,” ujarnya pada Gerakan Tanam Padi Serentak se-NTT di Kabupaten Kupang pada Senin, 16 Pebruari 2026.

Keberhasilan Manggarai Barat, Kabupaten Kupang, dan Sumba Timur dinilai tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, serta para petani dalam memanfaatkan musim tanam secara optimal dan memperluas areal persawahan produktif.

Melalui Gerakan Tanam Padi Serentak yang terus digalakkan, Pemerintah Provinsi NTT berharap momentum peningkatan produksi ini dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan, sehingga NTT tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan beras sendiri, tetapi juga mewujudkan kemandirian pangan secara berkelanjutan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.