Kementan dan Pemprov NTT Perkuat Sinergi, Dorong Pertanian Modern dan Produktif

oleh -140 Dilihat
Kementerian Pertanian Bersama Pemerintah Provinsi NTT Perkuat Pertanian Modern. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Hubungan Kelembagaan, Regulasi, dan Reformasi Birokrasi, Tin Latifah melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam rangka monitoring dan koordinasi pelaksanaan program strategis pertanian tahun 2025 dan 2026.

Kunjungan tersebut didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda, bersama jajaran. Rangkaian kegiatan meliputi monitoring Program Cetak Sawah Rakyat (CSR), persiapan penerapan Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS), koordinasi penguatan sarana dan prasarana, serta peninjauan Gelar Teknologi dan budidaya jagung di Balai Benih Induk Tarus, Kabupaten Kupang.

Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan sinergi antara Kementerian Pertanian dan Pemerintah Provinsi NTT dalam mendorong pembangunan pertanian yang modern, produktif, efisien, dan adaptif terhadap kondisi agroklimat serta topografi wilayah.

Alsintan Harus Adaptif dengan Kondisi NTT

Dalam pertemuan tersebut, Pemprov NTT menekankan pentingnya dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang sesuai dengan karakteristik lahan kering yang mendominasi wilayah NTT. Alsintan yang dibutuhkan harus kuat, efisien, mudah dioperasikan, serta sesuai dengan kondisi topografi dan ketersediaan air.

Pemprov NTT juga menyampaikan bahwa bantuan alsintan seperti traktor roda dua, pompa air, dan combine harvester telah memberikan dampak positif dalam percepatan pengolahan lahan, pengelolaan air, dan panen. Ke depan, dukungan alsintan diharapkan tidak hanya dari sisi jumlah, tetapi juga kualitas, spesifikasi, serta layanan pemeliharaan.

Selain itu, penguatan kerja sama dengan distributor resmi dinilai penting guna memastikan ketersediaan suku cadang dan layanan perbaikan yang cepat dan berkelanjutan. Alsintan yang ada juga akan dioptimalkan melalui Brigade Alsintan Provinsi NTT untuk melayani petani di berbagai sentra produksi.

Dorong Penguatan Pascapanen dan Dryer

Pemprov NTT turut mengusulkan dukungan mesin pengering (dryer) untuk sentra produksi padi, khususnya di Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, dan Kabupaten Sumba Barat Daya. Fasilitas ini dinilai penting untuk menjaga kualitas gabah saat musim hujan, mengurangi kehilangan hasil, serta mempercepat proses pengeringan sebelum penyimpanan dan pemasaran.

Penguatan fasilitas pascapanen tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Perum BULOG, Bank Indonesia, dan pemangku kepentingan lainnya.

Tinjau Gelar Teknologi di Balai Benih Tarus

Kunjungan dilanjutkan dengan peninjauan Gelar Teknologi di Balai Benih Induk Tarus.
Di lokasi tersebut, dilakukan pengembangan budidaya jagung menggunakan varietas hibrida dan komposit pada lahan seluas delapan hektare, dengan empat hektare telah ditanami.

Gelar Teknologi ini menjadi sarana pembelajaran dan percontohan bagi petani dan penyuluh dalam penerapan teknologi budidaya yang sesuai dengan karakteristik lahan kering NTT.

Apresiasi Pengembangan Benih dan Potensi Jagung

Tin Latifah mengapresiasi langkah Pemprov NTT dalam mengembangkan balai benih sebagai pusat penyediaan benih bermutu.

Menurutnya, ketersediaan benih berkualitas merupakan kunci dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

Selain padi, pengembangan jagung juga menjadi perhatian penting mengingat perannya sebagai bahan pangan, bahan baku industri, serta pakan ternak. NTT dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi jagung melalui pemanfaatan lahan kering secara optimal.

Tekan Aflatoksin dan Perkuat Pascapanen

Upaya peningkatan kualitas jagung juga diarahkan pada produksi jagung rendah aflatoksin. Hal ini dilakukan melalui penguatan penanganan pascapanen, mulai dari pengeringan, penyimpanan, hingga penggunaan fasilitas yang memadai seperti lantai jemur dan gudang.

Langkah ini penting untuk memastikan mutu jagung NTT memenuhi standar sebagai bahan pangan dan industri pakan.

BACA JUGA:  Jejak Keluarga Go: Membangun Wisma Purna Bakti untuk Romo Senior

Persiapan PM-AAS 18.127 Hektare

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT terus mempersiapkan penerapan PM-AAS pada lahan seluas 18.127 hektare yang tersebar di berbagai kabupaten. Persiapan meliputi identifikasi lahan, ketersediaan air, kebutuhan sarana produksi, serta kesiapan alsintan.

Pendampingan oleh penyuluh juga akan diperkuat agar penerapan teknologi pertanian modern dapat berjalan optimal dan adaptif sesuai kondisi wilayah.

Komitmen Wujudkan Kedaulatan Pangan

Pemprov NTT menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian atas berbagai dukungan, mulai dari bantuan alsintan, benih, irigasi, hingga program optimalisasi lahan dan cetak sawah rakyat.

Semangat pembangunan pertanian ini sejalan dengan pesan Bung Karno bahwa pangan merupakan persoalan hidup dan mati suatu bangsa. Oleh karena itu, penguatan produksi, penyediaan benih, mekanisasi, pengelolaan air, serta peningkatan kapasitas petani akan terus menjadi prioritas.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat, daerah, penyuluh, petani, dunia usaha, dan lembaga keuangan, pembangunan pertanian NTT diharapkan semakin produktif, tangguh, modern, serta mampu memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan dan kedaulatan pangan nasional. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.