Ketika Tiga Gubernur Sunda Kecil Bersatu, Flores Bangkit dari Bencana

oleh -67 Dilihat
Tiga Gubernur di Kawasan Sunda Kecil, NTT, Bali dan NTB di Lokasi Gempa Flores. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Labuan Bajo-Solidaritas lintas daerah kembali terlihat dalam penanganan dampak gempa bumi yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tiga gubernur dari kawasan Sunda Kecil, yakni Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal, bergerak bersama memastikan masyarakat terdampak mendapat dukungan dan pelayanan yang dibutuhkan.

Ketiganya turun langsung meninjau kondisi masyarakat di sejumlah wilayah terdampak gempa pada Kamis (20/8/2026). Turut hadir perwakilan Kementerian PPN/Bappenas, Andriko Noto Susanto, yang ikut memberikan dukungan dalam penanganan dampak bencana hingga tahap pemulihan.

Di Kantor BPBD Kabupaten Manggarai Barat, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali dan NTB yang bergerak cepat memberikan bantuan sejak awal bencana.

Menurut Melki, dukungan tersebut tidak hanya berupa koordinasi, tetapi juga bantuan dana, tenaga kesehatan, serta logistik bagi masyarakat yang terdampak gempa.

“Atas nama rekan-rekan bupati dan seluruh masyarakat di Flores, kami menyampaikan terima kasih kepada Pak Gubernur Bali dan Pak Gubernur NTB yang sudah secara cepat memberikan dukungan, baik berupa dana, tenaga kesehatan maupun barang-barang,” ujar Melki.

Dari Tanggap Darurat Menuju Pemulihan

Melki menegaskan, penanganan gempa Flores tidak berhenti pada masa tanggap darurat. Setelah kebutuhan darurat terpenuhi, pemerintah menghadapi pekerjaan yang lebih panjang, yakni rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak.

Kerusakan akibat gempa tidak hanya menyasar rumah warga, tetapi juga kantor pemerintahan, rumah ibadah, serta berbagai fasilitas publik yang menjadi penunjang aktivitas masyarakat.

“Urusan penanganan gempa Flores ini tanggap darurat memang kita lakukan sekarang, tetapi yang nanti pasti akan panjang adalah rehabilitasi dan rekonstruksi,” katanya.

BACA JUGA:  BMKG: Bibit Siklon Tropis 96S Berpotensi Sebabkan Cuaca Ekstrem di NTT

Karena itu, menurut Melki, kolaborasi antara NTT, Bali dan NTB menjadi kekuatan penting dalam menghadapi bencana sekaligus mempercepat proses pemulihan masyarakat Flores.

“Kita berharap kita selalu bersama ke depan, dalam suka maupun duka, di NTT, NTB dan Bali,” ungkapnya.

Dukungan Bappenas untuk Pemulihan Flores

Kehadiran perwakilan Kementerian PPN/Bappenas juga dinilai strategis untuk memastikan proses pemulihan pascabencana terintegrasi dengan perencanaan pembangunan.

Melki menyampaikan apresiasi kepada Andriko Noto Susanto yang turut hadir dan memberikan dukungan dalam penanganan dampak gempa Flores.

Pengalaman Andriko sebagai mantan Penjabat Gubernur NTT dinilai membuatnya memahami secara langsung kompleksitas pembangunan serta berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat di wilayah Flores.

“Terima kasih juga kepada Pak Andriko Noto Susanto dari Bappenas yang terus mendukung kami. Beliau sendiri pernah menjadi Pj. Gubernur, sehingga tentu memahami bagaimana tantangan mengurus daerah Flores,” ujar Melki.

Tiga Gubernur Bergerak ke Posko Dampek

Usai memberikan keterangan di Posko Induk BPBD Kabupaten Manggarai Barat, ketiga gubernur kemudian melanjutkan perjalanan menuju Posko Dampek di Kecamatan Lambaleda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi para penyintas, mendengarkan kebutuhan masyarakat, sekaligus memastikan bantuan dan pelayanan selama masa tanggap darurat berjalan dengan baik.

Kebersamaan tiga gubernur tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana Flores bukan hanya menjadi tanggung jawab satu daerah. Dukungan dari Bali dan NTB menjadi bagian dari solidaritas kawasan Sunda Kecil untuk membantu NTT melewati masa sulit.

Pemerintah Provinsi NTT sendiri terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten, pemerintah pusat, TNI-Polri, lembaga terkait, serta pemerintah provinsi tetangga.

Semangat gotong royong lintas daerah tersebut diharapkan tidak berhenti selama masa tanggap darurat, tetapi terus berlanjut hingga rehabilitasi dan rekonstruksi selesai.

BACA JUGA:  DPRD NTT Nilai Dinas PK Gagal Awasi Konflik SMKN 5 Kupang Sejak 2024

Bagi masyarakat Flores yang tengah menghadapi dampak bencana, hadirnya tiga gubernur dalam satu gerakan menjadi pesan kuat bahwa mereka tidak berjalan sendiri. Solidaritas Sunda Kecil kini menjadi energi bersama untuk membantu Flores bangkit dan menata kembali kehidupan masyarakat setelah bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.