Ketum Zulkifli Hasan Sebut PAN Lahir Bukan untuk Nyapres, Tapi Pembela Kepentingan Rakyat

oleh -118 Dilihat
Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan Lantik Pengurus DPW dan DPD PAN se-NTT di Auditorium Undana Kupang pada Jumat, 15 Mei 2026. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga Menteri Koordinator Pangan RI, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa PAN tidak lahir semata-mata untuk kepentingan kekuasaan atau mencalonkan presiden, melainkan sebagai upaya mengoreksi arah cita-cita bangsa Indonesia.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan pengurus DPW dan DPD PAN se-Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2024–2029 di Auditorium Undana Kupang, Jumat (15/5/2026).

“PAN lahir bukan untuk nyapres, bukan sekadar untuk kekuasaan. PAN lahir sebagai koreksi dari cita-cita Indonesia merdeka agar kembali sesuai dengan semangat reformasi,” ujar Zulkifli Hasan.

Ia menjelaskan, semangat tersebut kemudian diturunkan dalam berbagai program dan kebijakan yang berpihak kepada rakyat, khususnya kelompok kecil seperti petani dan nelayan.

Menurutnya, kebijakan yang diambil pemerintah tidak boleh lagi sekadar berdasarkan hitungan ekonomi semata, tetapi harus benar-benar membela kepentingan rakyat.

Zulkifli Hasan menyoroti kondisi sektor pertanian yang selama puluhan tahun dinilai belum sepenuhnya berpihak pada petani. Ia mencontohkan harga gabah yang lama stagnan di kisaran Rp4.000 hingga Rp5.000 per kilogram, bahkan seringkali ditekan dengan berbagai persyaratan teknis.

Kini, lanjutnya, pemerintah mulai melakukan perubahan dengan menetapkan harga gabah sebesar Rp6.500 tanpa syarat yang memberatkan petani. Kebijakan tersebut, menurutnya, merupakan bentuk nyata keberpihakan kepada rakyat.

“Dulu petani tidak paham soal kadar air, tapi harga ditentukan dengan syarat-syarat yang rumit. Sekarang tidak boleh lagi. Harga harus jelas dan menguntungkan petani,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan adanya penyederhanaan distribusi pupuk dari sebelumnya ratusan aturan menjadi hanya beberapa tahapan, sehingga memudahkan petani memperoleh pupuk. Dampaknya, produksi pertanian meningkat signifikan.

“Serapan pupuk naik, produksi beras juga ikut naik. Tahun 2024 kita masih impor, tapi 2025 kita sudah tidak impor lagi, bahkan surplus,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Gubernur NTT Minta Penanganan Serius Kasus Pemalakan Wisatawan di Ratenggaro Kabupaten Sumba Barat Daya

Tak hanya sektor pertanian, Zulkifli Hasan juga menyoroti nasib nelayan yang kerap dirugikan karena lemahnya posisi tawar di pasar. Ia menyebut pemerintah akan membangun kampung nelayan, fasilitas penyimpanan, hingga tempat lelang ikan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.

“Kalau ikan tidak laku, bisa disimpan. Kalau harga jatuh, koperasi yang beli. Negara harus hadir agar nelayan tidak terus-menerus dirugikan,” jelasnya.

Ia juga menyinggung persoalan akses permodalan bagi masyarakat kecil, khususnya bunga pinjaman yang dinilai masih tinggi. Menurutnya, pemerintah telah mengambil langkah dengan membatasi bunga pinjaman agar lebih adil bagi rakyat kecil.

“Tidak boleh lagi rakyat kecil pinjam dengan bunga tinggi. Itu tidak adil. Kita ingin ekonomi yang berpihak, sesuai Pancasila dan UUD 1945,” katanya.

Zulkifli Hasan menegaskan, seluruh kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya meluruskan kembali cita-cita Indonesia merdeka, yakni menciptakan keadilan sosial dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.

“Kita ingin rakyat punya harga diri, produktif, dan sejahtera. Itulah tujuan PAN dan cita-cita bangsa yang harus kita wujudkan bersama,” pungkasnya.

Pelantikan pengurus PAN se-NTT tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, termasuk Sekretaris Jenderal PAN Eko Patrio, Wakil Ketua Umum PAN Yandri Susanto, anggota DPR RI Ahmad Yohan, serta sejumlah kepala daerah, pimpinan parpol, dan lembaga di NTT. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.