KPA Kota Kupang Gencar Sosialisasi ke Sekolah, Gereja dan Aktifkan Warga Peduli HIV/AIDS di 51 Kelurahan

oleh -734 Dilihat
Sekertaris KPA Kota Kupang, Yulius Tanggu Bore. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Kupang terus menggencarkan upaya pencegahan penyebaran HIV/AIDS melalui berbagai langkah strategis yang menyasar seluruh lapisan masyarakat, termasuk kalangan pelajar dan komunitas keagamaan.

Sekretaris KPA Kota Kupang, Julius Tanggu Bore yang akrab disapa Jems Bore, mengungkapkan bahwa KPA bersama berbagai pihak terus berkomitmen untuk menekan angka penularan HIV/AIDS di wilayah Kota Kupang. Salah satu langkah nyata yang dilakukan yakni road show ke sekolah-sekolah SMP dan SMA untuk memberikan sosialisasi kepada para siswa terkait bahaya HIV/AIDS serta praktik prostitusi yang menjadi salah satu faktor risiko penularan virus tersebut.

“Kami melakukan road show ke sekolah-sekolah baik SMP maupun SMA di Kota Kupang untuk memberikan edukasi dan mengingatkan para remaja akan bahaya penyebaran HIV/AIDS, termasuk bahaya prostitusi,” ujar Jems Bore.

Selain menyasar sekolah, KPA Kota Kupang juga melakukan sosialisasi di gereja-gereja sebagai bagian dari pendekatan moral dan spiritual kepada masyarakat. Edukasi ini dilakukan agar masyarakat memiliki pemahaman yang benar tentang cara penularan, pencegahan, dan pentingnya pemeriksaan dini terhadap HIV/AIDS.

Lebih lanjut, Jems Bore menjelaskan bahwa KPA Kota Kupang juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Kupang dalam kegiatan pengambilan sampel darah di kelompok-kelompok populasi kunci untuk memastikan penularan virus dapat dikendalikan.

“Kami juga melakukan sosialisasi di kelompok-kelompok populasi kunci terkait perilaku seks yang aman, penggunaan kondom, serta pembagian obat kepada mereka,” jelasnya.

Sebagai upaya penguatan di tingkat masyarakat, KPA berencana mengaktifkan kembali Warga Peduli HIV/AIDS (WPA) di 51 kelurahan pada tahun 2026. WPA ini akan berperan penting dalam kegiatan penjangkauan dan pendampingan bagi orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA), agar mereka dapat dengan mudah mengakses layanan kesehatan.

Selain itu, pada tahun yang sama, KPA juga akan membentuk pendidik sebaya di sekolah-sekolah yang berfungsi sebagai duta HIV/AIDS. Para pendidik sebaya ini diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang aktif dalam memberikan edukasi dan saling mengingatkan teman-teman mereka tentang bahaya HIV/AIDS serta praktik prostitusi di kalangan pelajar.

“Kami berharap dengan langkah-langkah ini, kesadaran masyarakat terutama generasi muda semakin meningkat dan angka penularan HIV/AIDS di Kota Kupang dapat terus ditekan,” pungkas Jems Bore.

Kasus HIV/AIDS di Kota Kupang Terus Bertambah

Berdasarkan data KPA Kota Kupang, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir (2015–2025) tercatat 2.539 kasus HIV/AIDS di wilayah Kota Kupang. Angka ini menunjukkan bahwa penyebaran virus masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat.

Untuk periode Januari hingga September 2025 saja, tercatat 169 kasus baru, yang sebagian besar berasal dari kelompok usia produktif dan remaja.

Tingginya angka tersebut menjadi perhatian serius bagi KPA dan Pemerintah Kota Kupang untuk terus memperkuat program pencegahan, edukasi, serta layanan pendampingan bagi penderita HIV/AIDS.

Melalui sinergi lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat, diharapkan Kota Kupang dapat menekan laju penyebaran HIV/AIDS sekaligus menghapus stigma terhadap para penyintas. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.