Lapak Tani Bello, Inisiatif Warga Buka Akses Pasar dan Perkuat Ekonomi Petani Lokal

oleh -37 Dilihat
Warga Belanja di Lapak Tani Bello pada Minggu, 19 Juli 2026. (Foto Goe)

Suarantt.id, Kupang-Gerakan berbasis komunitas di Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus menunjukkan dampak positif bagi penguatan ekonomi petani lokal. Melalui Lapak Tani Bello, warga menghadirkan ruang pemasaran langsung yang mempertemukan petani dengan konsumen tanpa melalui perantara.

Lapak yang digelar setiap Minggu pagi di depan Gereja Santo Agustinus Bello ini menjadi tempat bagi petani menjual berbagai hasil kebun seperti sayuran, pisang, umbi-umbian, hingga aneka bumbu dapur. Kehadiran lapak tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan bahan pangan segar dengan harga terjangkau, sekaligus membantu petani memperoleh nilai jual yang lebih baik.

Ketua RW 003 Kelurahan Bello, Goris Takene, mengatakan ide menghadirkan Lapak Tani Bello berawal dari kepedulian terhadap kondisi petani yang sering menghadapi kendala pemasaran dan ketidakstabilan harga hasil pertanian.

“Kami ingin membantu petani agar bisa menjual hasil kebunnya secara langsung kepada masyarakat. Dengan begitu, petani mendapatkan harga yang lebih layak dan warga juga memperoleh produk segar dengan harga yang wajar,” ujar Goris di Bello pada Senin (21/7/2026).

Menurutnya, Lapak Tani Bello bukan hanya menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga menjadi gerakan gotong royong warga dalam membangun ekonomi lingkungan.

Salah seorang petani, David Tuan, mengungkapkan bahwa keberadaan lapak tersebut memberikan perubahan bagi para petani karena hasil panen lebih mudah dipasarkan.

“Dulu kami harus membawa hasil panen ke pasar atau menjual kepada pengepul. Sekarang pembeli datang langsung ke lapak, sehingga hasil panen lebih cepat terjual dan pendapatan kami juga meningkat,” katanya.

Manfaat serupa juga dirasakan masyarakat sebagai konsumen. Anna Tae, salah seorang pembeli, menilai Lapak Tani Bello membantu warga mendapatkan kebutuhan rumah tangga dengan kualitas yang baik sekaligus mendukung petani lokal.

BACA JUGA:  Amankan Latihan Pitch Black 2026, Yonhanud 32 Pasgat Perketat Ring 1 Lanud El Tari

“Sayur dan hasil kebun yang dijual masih segar, harganya juga terjangkau. Kami bisa memenuhi kebutuhan dapur sekaligus membantu petani di lingkungan sendiri,” ujarnya.

Sejak mulai berjalan pada 2019, Lapak Tani Bello terus berkembang sebagai contoh pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis lingkungan. Inisiatif sederhana tersebut tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan keluarga serta mendorong masyarakat untuk mencintai dan membeli produk lokal.

Keberadaan Lapak Tani Bello menjadi bukti bahwa gerakan kecil yang dilakukan secara konsisten mampu menciptakan perubahan nyata dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di Kota Kupang. (Goe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.