Suarantt.id, Kefamenanu-Perayaan 100 tahun kehadiran Gereja Katolik di Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara, menjadi momen bersejarah yang sarat makna, bukan hanya bagi umat Katolik, tetapi juga bagi masyarakat luas.
Mewakili Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Inspektur Daerah Provinsi NTT, Stefanus Halla, menyampaikan bahwa perayaan ini bukan sekadar pesta, melainkan momentum refleksi, peneguhan jati diri, serta komitmen untuk terus menghadirkan kasih dan pengharapan di tengah masyarakat.
“Ini adalah kesempatan untuk menengok ke belakang, merenungkan perjalanan iman selama satu abad, sekaligus menatap ke depan dengan harapan dan komitmen baru,” ujar Stefanus dalam sambutannya saat Misa Syukur Seabad Gereja Katolik Paroki Hati Yesus Yang Maha Kudus Noemuti pada Rabu (26/6/2025).
Sejarah panjang Gereja Katolik di Noemuti tercatat dalam karya ilmiah Karel Steenbrink, Catholics in Indonesia, yang menelusuri jejak misi Katolik sejak masa pemerintahan Portugis. Tercatat bahwa Raja Noemuti dan keluarganya telah menjadi Katolik sejak era kolonial Portugis, dan para misionaris Dominikan membangun gereja di wilayah ini sejak abad ke-17. Meski sempat mengalami kevakuman pelayanan pastoral, kekristenan tetap mengakar dalam budaya masyarakat Noemuti.
Memasuki abad ke-20, misi Katolik kembali tumbuh. Pada 1916, pendidikan formal di Belu dan TTU mulai dipercayakan kepada misi Katolik, termasuk Noemuti yang kemudian menjadi pos penting dengan imam residen sejak 1925. Sejak saat itu, Gereja Katolik di Noemuti tidak hanya berkembang secara spiritual, tetapi juga menjadi pusat komunitas dan pelayanan sosial.
“Dengan iman yang membara, para pendahulu kita membangun fondasi yang kokoh. Gereja menjadi rumah spiritual, tempat perlindungan, dan mercusuar harapan bagi umat,” lanjut Stefanus.
Lebih dari sekadar tempat ibadah, gereja juga memainkan peran besar dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya melalui bidang pendidikan. Noemuti tercatat sebagai salah satu tempat awal berdirinya Kongregasi Putri Reinha Rosari (PRR) yang berkiprah dalam pendidikan dan karya karitatif, menjangkau semua kalangan tanpa memandang latar belakang.
“Nilai-nilai seperti integritas, kasih, disiplin, dan kerendahan hati adalah buah dari karya Gereja yang sangat terasa di masyarakat,” ungkapnya.
Pemerintah Provinsi NTT pun menyatakan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi dengan Gereja dalam berbagai bidang, demi terwujudnya NTT yang Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan.
Sebagai penutup, Stefanus Halla mengajak seluruh umat untuk menjadikan perayaan seabad ini sebagai titik tolak pembaruan iman dan penguatan misi. “Semoga Gereja Katolik di Noemuti terus menjadi terang dan saksi kasih Kristus, untuk seratus tahun ke depan dan seterusnya,” tandasnya.
Perayaan ini ditandai dengan Misa Syukur yang khidmat, dihadiri Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, Wakil Bupati TTU, Kamilus Elu, Anggota DPRD Provinsi NTT, Hironimus Tanesif Banafanu, Mantan Sekda Provinsi NTT, Fransiskus Salem, para imam, biarawan-biarawati, tokoh masyarakat, serta umat dari berbagai penjuru wilayah TTU dan sekitarnya. ***





