NTT Cetak Rekor Pembukaan Rekening Pelajar, Gubernur Melki Tekankan Budaya Menabung Sejak Dini

oleh -80 Dilihat
Gubernur NTT Hadiri Puncak Hari Indonesia Menabung (HPM) Tingkat Provinsi NTT pada Rabu, 19 Agustus 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mendorong penguatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda. Hal itu ditegaskan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) Tingkat Provinsi NTT Tahun 2026, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi NTT tersebut berlangsung di Kantor Pusat Bank NTT dan dipusatkan di Kabupaten Rote Ndao secara hybrid dengan melibatkan 22 kabupaten/kota se-NTT.

Dalam momentum tersebut, NTT mencatat capaian membanggakan berupa rekor pembukaan rekening pelajar terbanyak. Program ini menjadi bagian dari penguatan Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) guna memperluas akses layanan keuangan formal bagi pelajar di seluruh wilayah NTT.

Gubernur Melki mengatakan, Hari Indonesia Menabung tidak boleh hanya dipandang sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi gerakan bersama untuk membangun budaya menabung dan meningkatkan inklusi keuangan masyarakat, terutama generasi muda.

“Peningkatan akses keuangan harus menjadi gerakan seluruh daerah, bukan hanya terpusat pada kota-kota tertentu. Anak-anak kita, di mana pun mereka tinggal dan bersekolah, harus memperoleh kesempatan yang sama untuk mengenal, memiliki, dan memanfaatkan layanan keuangan formal sejak dini,” ujar Gubernur Melki.

Pada HIM 2026, Pemerintah Provinsi NTT bersama berbagai pemangku kepentingan menargetkan pembukaan sebanyak 220.194 rekening Simpanan Pelajar di 22 kabupaten/kota.

Gubernur Melki menegaskan, target tersebut tidak semata-mata mengejar jumlah rekening yang dibuka. Lebih penting dari itu adalah bagaimana rekening tersebut dapat menjadi sarana membentuk kebiasaan menabung dan pengelolaan keuangan yang baik sejak usia sekolah.

“Yang ingin kita bangun adalah sebuah kebiasaan. Kita ingin anak-anak NTT mengenal pengelolaan keuangan sejak sekolah, memiliki rekening sendiri, menggunakan rekening tersebut secara aktif, dan secara perlahan membangun budaya menabung sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

BACA JUGA:  Gubernur Melki Canangkan Penguatan HHBK dan KPH Mart untuk Dongkrak Produk Lokal NTT

Menurutnya, kebiasaan menabung sejak dini merupakan bagian dari pendidikan karakter dan kemandirian. Pelajar tidak hanya diajarkan untuk menyimpan uang, tetapi juga belajar membedakan kebutuhan dan keinginan, mengatur uang saku serta mempersiapkan masa depan.

Untuk memperkuat pelaksanaan program tersebut, Pemerintah Provinsi NTT juga memberikan perhatian melalui Surat Edaran Gubernur NTT tentang Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Kebijakan ini diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan dan satuan pendidikan.

Gubernur Melki mengajak seluruh pemerintah kabupaten/kota, sekolah, lembaga jasa keuangan serta pemangku kepentingan lainnya untuk menjaga koordinasi dan kolaborasi agar gerakan inklusi keuangan dapat berlangsung secara konsisten dan berkelanjutan.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan HIM 2026. Apresiasi tersebut diberikan karena kegiatan tetap dapat dilaksanakan di tengah kondisi NTT yang sedang menghadapi bencana gempa bumi yang berdampak pada sejumlah wilayah di Pulau Flores.

“Atas nama Pemerintah Provinsi NTT, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran pemerintah daerah kabupaten/kota, OJK, Bank NTT, satuan pendidikan serta seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

Gubernur Melki menyebut capaian pembukaan rekening tersebut sebagai sesuatu yang membanggakan bagi NTT. Menurutnya, capaian itu harus menjadi titik awal untuk memperluas gerakan literasi dan inklusi keuangan hingga ke pelosok daerah.

“Semoga momentum Hari Indonesia Menabung ini menjadi awal dari gerakan yang semakin kuat. Mari kita tanamkan kepada anak-anak kita bahwa menabung bukan hanya tentang menyimpan uang, tetapi tentang membangun disiplin, merencanakan masa depan, dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang mandiri,” pungkasnya.

Dengan penguatan Program KEJAR dan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen membangun ekosistem keuangan yang semakin inklusif dan mudah diakses. Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda NTT yang lebih literat, mandiri serta memiliki kemampuan mengelola keuangan dan merencanakan masa depan sejak dini. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.