NTT Terima 3.000 Dosis Semen Beku Sapi, Dorong Percepatan Populasi Ternak Unggul

oleh -82 Dilihat
NTT Terima Bantuan 3.000 Dosis Semen Beku Sapi dari Kementerian Pertanian pada Jumat, 12 Juni 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menerima bantuan sebanyak 3.000 dosis semen beku sapi dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia sebagai upaya mendorong percepatan peningkatan populasi dan mutu genetik ternak sapi di daerah.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Direktur Pembibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian, Dr. Hary Suhada kepada Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dalam kegiatan Kunjungan Kerja Komite II DPD RI yang berlangsung di Kantor DPD RI Provinsi NTT pada Jumat (12/6/26).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Komite II DPD RI Angelo Wake Kako, Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis, serta sejumlah pemangku kepentingan di bidang peternakan dan kesehatan hewan.

Bantuan semen beku sapi ini merupakan bagian dari program penguatan sektor peternakan melalui penerapan teknologi inseminasi buatan (IB). Semen beku sendiri merupakan sperma dari sapi pejantan unggul yang diawetkan untuk digunakan dalam proses perkawinan suntik guna menghasilkan keturunan dengan kualitas genetik yang lebih baik, seperti jenis sapi Limousin, Simmental, hingga Wagyu.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pertanian serta Komite II DPD RI atas perhatian dan dukungan terhadap pengembangan sektor peternakan di NTT.

“Kami menyampaikan selamat datang dan terima kasih atas kunjungan kerja Komite II DPD RI dalam rangka mencari solusi atas berbagai persoalan daerah terkait peternakan dan kesehatan hewan di NTT. Bantuan 3.000 dosis semen beku dari berbagai jenis sapi unggul ini tentu akan sangat membantu pengembangan sektor peternakan di daerah,” ujar Gubernur.

Menurutnya, program inseminasi buatan merupakan langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas peternakan, baik melalui peningkatan populasi ternak, perbaikan mutu genetik, maupun efisiensi dan efektivitas usaha peternakan masyarakat.

Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para peternak untuk menghasilkan ternak sapi yang berkualitas dan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

“Melalui inseminasi buatan ini kita berharap dapat menghasilkan sapi-sapi unggul dengan kualitas yang baik sehingga mampu meningkatkan daya saing sektor peternakan NTT di masa mendatang,” tambahnya.

Gubernur juga menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan sapi unggul di NTT diharapkan dapat menjadi model yang secara bertahap diterapkan pada komoditas peternakan lainnya seperti babi, kambing, kerbau, maupun unggas.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung pembangunan sektor peternakan, termasuk peran perguruan tinggi dalam pendidikan, penelitian, serta pendampingan kepada masyarakat.

“Kami bersyukur karena selama ini ada dukungan dari berbagai lembaga pendidikan, termasuk Politeknik Pertanian dan Hewan Universitas Nusa Cendana. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha peternakan, kami optimistis cita-cita menjadikan NTT sebagai pusat pengembangan ternak dapat terus diwujudkan,” ungkapnya.

Melalui bantuan tersebut, Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen untuk terus memperkuat sektor peternakan sebagai salah satu sektor unggulan daerah yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Bantuan 3.000 dosis semen beku sapi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mempercepat pengembangan peternakan modern dan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.