Suarantt.id, Kupang-Pameran Pembangunan Nusa Tenggara Timur (NTT) 2025 resmi ditutup pada Sabtu (23/8/2025) malam setelah sebelumnya diperpanjang oleh Gubernur dan Wakil Gubernur NTT hingga tiga hari. Perpanjangan waktu tersebut diberikan karena tingginya antusiasme masyarakat terhadap ajang yang berlangsung selama 13 hari penuh dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi NTT, Frederik C. P. Koenunu, menyampaikan bahwa perpanjangan waktu pameran terbukti memberikan dampak positif, khususnya pada sektor ekonomi daerah dan UMKM.
“Dengan adanya perpanjangan waktu, perputaran ekonomi dan UMKM begitu besar. Dari 115 stand yang ada, nilai transaksi yang kami rekap mencapai lebih dari Rp3 miliar,” ungkapnya.
Selain catatan transaksi, jumlah kunjungan masyarakat pun sangat tinggi. Panitia mencatat hingga 22 Agustus 2025 jumlah pengunjung sudah mencapai 115 ribu orang, sementara data akhir menunjukkan angka lebih dari 88.600 pengunjung tercatat langsung di setiap stand yang tersedia.
Frederik menegaskan, antusiasme publik menunjukkan bahwa pameran pembangunan yang sempat terhenti sejak 2019 kini kembali dengan sukses besar. “Pameran ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga membangun kolaborasi untuk NTT yang lebih baik,” ujarnya.
Pameran yang mengusung tema “NTT BaGAYa” ini dinilai berhasil mendukung pilar pembangunan berkelanjutan, terutama di bidang ekonomi, pemberdayaan komunitas, serta penguatan program-program pemerintah daerah.
Selain itu, kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), serta 10 sponsor yang membantu kelancaran pelaksanaan.
Meski demikian, panitia mengakui masih terdapat beberapa kekurangan, terutama terkait fasilitas penunjang dan koordinasi teknis antara peserta dan penyelenggara. “Hasil evaluasi akan menjadi masukan penting agar kualitas dan jumlah peserta bisa lebih meningkat pada tahun depan,” ujar perwakilan panitia.
Pameran Pembangunan NTT 2025 pun ditutup dengan penuh semarak, meninggalkan kesan mendalam bagi pelaku usaha, masyarakat, maupun pemerintah daerah. Harapannya, semangat kolaborasi yang tercipta dari ajang ini dapat terus terjaga demi terwujudnya slogan bersama: “Ayo Membangun NTT.”






