Pasola Gaura di Sumba Barat Memukau, Wagub NTT Johanis Asadoma Bangga dengan Warisan Budaya Sumba

oleh -353 Dilihat
Wagub NTT Hadiri dan Saksikan Atraksi Budaya Pasola Gaura di Lapangan Gaura, Kecamatan Laboya Barat, Kabupaten Sumba Barat pada Sabtu, 14 Maret 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Waikabubak-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johanis Asadoma bersama Ibu Vera Sirait Asadoma menghadiri dan menyaksikan secara langsung atraksi budaya Pasola Gaura yang berlangsung di Lapangan Gaura, Kecamatan Laboya Barat, Kabupaten Sumba Barat pada Sabtu (14/3/2026).

Meskipun sejak pagi wilayah tersebut diguyur hujan dan kondisi jalan menuju lokasi menjadi becek serta licin, ribuan masyarakat tetap antusias memadati lapangan untuk menyaksikan tradisi budaya adu ketangkasan berkuda tersebut.

Pasola merupakan tradisi adat masyarakat Sumba yang menampilkan ketangkasan para penunggang kuda yang saling melempar lembing di arena terbuka.

Tradisi ini tidak hanya menjadi pertunjukan budaya, tetapi juga bagian dari ritual adat sebagai ungkapan syukur kepada leluhur serta simbol keharmonisan antara manusia, alam, dan tradisi.

Wakil Gubernur NTT Johanis Asadoma mengaku senang dan bangga karena untuk pertama kalinya dapat menyaksikan langsung atraksi Pasola bersama masyarakat.

“Senang sekali karena hari ini saya boleh berada di antara bapa mama semua di sini. Ini pertama kalinya saya menyaksikan Pasola secara langsung. Selama ini saya hanya melihat melalui media, tetapi hari ini saya datang langsung untuk menyaksikannya,” ujarnya.

Menurutnya, Pasola merupakan atraksi budaya yang sangat luar biasa dan menjadi identitas penting masyarakat Sumba yang harus terus dijaga serta diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Pasola ini merupakan atraksi budaya yang sangat luar biasa. Tradisi ini hanya ada di Sumba dan menjadi kebanggaan masyarakat Sumba, masyarakat NTT, bahkan Indonesia. Warisan leluhur yang sudah ratusan tahun ini harus terus kita jaga dan perkenalkan kepada dunia,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, dan keselamatan selama kegiatan berlangsung agar Pasola tetap menjadi atraksi budaya yang bermartabat.

BACA JUGA:  Gubernur Melki Apresiasi UMKM KKBM dan Dorong Program OVOP di Kabupaten Sikka

Selain sebagai atraksi budaya, Wakil Gubernur juga menilai Pasola memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan pariwisata dan meningkatkan ekonomi masyarakat lokal.

Dia berharap ke depan kegiatan Pasola dapat dimanfaatkan sebagai peluang bagi masyarakat untuk memasarkan berbagai produk lokal seperti makanan, minuman, serta tenun khas daerah.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga mengimbau Pemerintah Kabupaten Sumba Barat untuk melakukan penataan arena Pasola menjadi lebih baik, termasuk pembangunan tribun bagi penonton serta penetapan batas yang jelas antara arena pertandingan dan area penonton.

Sementara itu, salah seorang Rato Adat, Laihakodhi, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Wakil Gubernur yang telah datang langsung menyaksikan Pasola bersama masyarakat.

Menurutnya, Pasola merupakan warisan leluhur yang telah dijaga dan dipertahankan oleh masyarakat Sumba secara turun-temurun.

“Ini warisan nenek moyang yang kami jaga sampai hari ini. Semoga Pasola Gaura ini dapat terus dilaksanakan dan semakin meriah tahun depan, makin banyak yang datang menonton,” ujarnya.

Wakil Bupati Sumba Barat Thimotius Tede Ragga menjelaskan bahwa di wilayah Kabupaten Sumba Barat terdapat tiga lokasi pelaksanaan Pasola, yakni di Laboya, Wanokaka, dan Gaura.

Ia menegaskan bahwa masyarakat Sumba Barat sangat menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan adat istiadat yang diwariskan oleh para leluhur.

Atraksi Pasola Gaura tahun ini juga menarik perhatian wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara yang datang untuk menyaksikan secara langsung tradisi budaya tersebut. Salah satunya adalah Herman Bierhof, wisatawan asal Jerman yang mengaku terpesona dengan kekayaan budaya yang dimiliki Nusa Tenggara Timur.

“Seru sekali pertandingannya tadi. Itu luar biasa. Saya lihat NTT ini memiliki tradisi yang luar biasa. Budayanya masih sangat kuat dan alamnya sangat indah. Ini sesuatu yang sangat mengagumkan,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pemprov NTT Dorong Pengembangan Mulut Seribu dan Perkuat Layanan MBG di Rote Ndao

Kegiatan Pasola Gaura berlangsung dengan aman hingga akhir acara. Sebagaimana tradisi masyarakat setempat, setelah Pasola selesai para tamu dan penonton yang hadir disuguhi ketupat oleh warga sebagai ungkapan syukur atas terlaksananya Pasola dengan baik. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.