Pemkot Kupang Gelar Sayembara Arsip Sejarah, Selamatkan Memori Kolektif dan Identitas Kota Menuju Kupang Pung Cerita 2027

oleh -70 Dilihat
Sekda Kota Kupang Jeffry Pelt Buka Acara Sayembara Arsip Sejarah Kota Kupang 2027. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Kota Kupang mulai menggerakkan upaya penyelamatan memori kolektif dan identitas daerah melalui Gerakan Penyelamatan Arsip Sejarah Kota Kupang. Gerakan yang dikemas dalam Poling dan Sayembara Arsip Sejarah Kota Kupang Tahun 2026 ini menjadi langkah strategis untuk menghimpun jejak perjalanan kota sekaligus menjaga warisan sejarah bagi generasi mendatang.

Program tersebut diarahkan untuk mendukung terwujudnya “Kupang Pung Cerita 2027”, dengan melibatkan masyarakat secara aktif dalam mengumpulkan berbagai sumber sejarah, mulai dari foto lama, dokumen tertulis, cerita lisan, hingga bukti autentik lainnya yang merekam perjalanan Kota Kupang.

Kegiatan ini resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang pada Kamis (5/11/2026).

Turut hadir Plt. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang, Frangky Amalo, Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Matheus Benediktus Lalek Radjah, S.H., Ketua Dharma Wanita Persatuan, Ny. Ellisah Pelt-Lumban Tobing, akademisi Program Studi Sejarah Universitas Nusa Cendana, Ayu Fenrianti Akbar, S.Pd., M.Pd., serta Prof. Dr. Pdt. Ebenheizer Nuban Timo, M.A., selaku narasumber.

Hadir pula pimpinan perangkat daerah, camat, lurah, dan mahasiswa.

Kegiatan diawali dengan pemutaran video ajakan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang mengundang seluruh masyarakat untuk mengambil bagian dalam gerakan penyelamatan dan pelestarian arsip sejarah daerah.

Dalam pesannya, Wali Kota menegaskan bahwa arsip bukan sekadar dokumen lama, foto, atau surat yang tersimpan, melainkan bukti sejarah, identitas, dan memori kolektif masyarakat Kota Kupang.

Setiap foto menyimpan kenangan, setiap dokumen memiliki cerita, dan setiap arsip merekam bagian penting dari perjalanan sebuah kota yang harus dijaga serta diwariskan kepada generasi berikutnya.

BACA JUGA:  Monumen Flobamora Rumah Pancasila Akan Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata Sejarah

Sementara itu, Sekda Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, menegaskan bahwa penyelamatan arsip sejarah bukan sekadar kegiatan administratif untuk memenuhi program kerja pemerintah. Lebih dari itu, upaya tersebut merupakan tanggung jawab bersama dalam menjaga memori kolektif dan mewariskan informasi sejarah yang benar kepada generasi mendatang.

Menurut Jeffry, Kota Kupang yang dikenal masyarakat saat ini merupakan hasil perjalanan panjang berbagai peristiwa, perubahan, dan dinamika kehidupan masyarakat pada masa lalu.

Karena itu, berbagai informasi, dokumentasi, foto, dokumen tertulis, serta sumber sejarah lainnya harus dihimpun dan disimpan secara baik agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

“Pembangunan kota bukan semata-mata tentang membangun infrastruktur fisik, tetapi juga tentang menjaga identitas dan sejarahnya. Kita harus menghimpun cerita perjalanan Kota Kupang, mulai dari masa lalu, hari ini, hingga masa depan, agar menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang,” tegas Jeffry.

Ia menjelaskan, sejarah memiliki peran penting dalam membentuk identitas dan karakter suatu daerah. Berbagai peristiwa masa lalu menjadi bagian dari proses yang membentuk wajah Kota Kupang saat ini.

Oleh sebab itu, dokumentasi mengenai perkembangan wilayah, perubahan bangunan, kebudayaan, hingga kehidupan masyarakat perlu dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan.

Jeffry juga menekankan pentingnya akurasi dan validitas dalam penyusunan dokumentasi sejarah. Setiap informasi yang dihimpun harus melalui proses verifikasi dan kajian para ahli agar catatan sejarah yang dihasilkan memiliki dasar kuat serta dapat dipertanggungjawabkan.

“Banyak cerita yang harus kita himpun dan luruskan. Setiap cerita yang akan menjadi bagian dari sejarah harus melalui pembuktian dan pengujian oleh para ahli, agar kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya.

Ia mencontohkan berbagai perubahan yang terjadi di Kota Kupang, mulai dari perkembangan kawasan, perubahan fungsi tempat, hingga asal-usul penamaan sejumlah lokasi yang mungkin sudah tidak diketahui oleh generasi sekarang.

BACA JUGA:  SEKDA Kota Kupang: Empat Calon Direktur PD Pasar Lanjut ke Tahapan Wawancara dengan Wali Kota

Menurutnya, informasi tersebut memiliki nilai sejarah yang sangat penting untuk didokumentasikan sehingga generasi muda dapat memahami latar belakang dan perjalanan perkembangan kota yang mereka tinggali.

Pada kesempatan tersebut, Jeffry mengajak seluruh perangkat daerah, camat, lurah, akademisi, mahasiswa, tokoh masyarakat, komunitas, serta para pemilik arsip untuk berpartisipasi aktif menyumbangkan informasi, cerita, foto, dokumen, maupun bukti sejarah lainnya.

Seluruh bahan yang terkumpul nantinya akan dihimpun dan dikaji bersama tenaga ahli untuk menghasilkan dokumentasi sejarah Kota Kupang yang akurat, kredibel, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Plt. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang, Frangky Amalo, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi dan menghimpun berbagai potensi arsip sejarah Kota Kupang.

Selain itu, gerakan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam penyelamatan arsip serta membangun basis data sejarah yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menurut Frangky, gerakan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pengelolaan, pelestarian, dan penyediaan akses terhadap arsip sejarah sebagai fondasi pembangunan memori kolektif masyarakat melalui program “Kupang Pung Cerita 2027”.

Melalui sayembara ini, Pemkot Kupang berharap masyarakat tidak hanya menjadi saksi perjalanan sejarah daerah, tetapi juga ikut mengambil bagian dalam menjaga dan mewariskan cerita tentang Kota Kupang.

Sebab, sejarah sebuah kota bukan hanya tercatat dalam dokumen pemerintahan, melainkan juga tersimpan dalam foto keluarga, cerita para tetua, bangunan bersejarah, serta pengalaman masyarakat yang menjadi bagian dari perjalanan kota.

Dengan demikian, penyelamatan arsip sejarah diharapkan menjadi gerakan bersama agar identitas, perjalanan, dan memori kolektif Kota Kupang tetap terjaga serta dikenal oleh generasi yang akan datang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.