Pemkot Kupang Nyatakan Komitmen Dirikan Pusat Layanan Autis: Kolaborasi Gereja dan Pemerintah Dukung Anak Berkebutuhan Khusus

oleh -1006 Dilihat
Wali Kota Kupang Pose Bersama Seorang Disabilitas dalam Bimtek Pola Pendampingan Anak Berkebutuhan Khusus di Aula Serba Guna GMIT Paulus Kupang. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kota Kupang untuk mendirikan Pusat Layanan Autis di Kota Kupang. Hal ini disampaikannya dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pola Pendampingan Anak Berkebutuhan Khusus yang digelar di Aula Serbaguna GMIT Paulus Kupang pada Sabtu (2/8/25) sore.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian bulan pendidikan yang digagas oleh Unit Pembantu Pelayanan (UPP) Difabel GMIT Paulus bekerja sama dengan Badan Hari Raya Gerejawi (BHRG).

“Saya sudah sampaikan kepada Ibu Aki Kala, silakan buat proposalnya. Kita jalan bersama ke kementerian, kita ketuk satu per satu pintu, untuk anak-anak autis kita. Mereka juga punya hak yang sama untuk tumbuh dan berkembang,” tegas Wali Kota dalam sambutannya, yang disambut dengan rasa haru dari para peserta bimtek.

Langkah ini menjadi tonggak awal kolaborasi strategis antara gereja dan pemerintah dalam menyediakan layanan inklusif dan ramah terhadap anak-anak berkebutuhan khusus. Wali Kota menegaskan, gagasan membentuk pusat layanan ini bukan sekadar wacana, melainkan komitmen nyata untuk menjawab kebutuhan mendesak.

“Anak-anak autis bukan hanya tanggung jawab orang tua. Masyarakat juga harus tahu cara menangani tantrum mereka, sama seperti kita diajari bantuan hidup dasar untuk orang yang terkena serangan jantung. Ini bentuk tanggung jawab sosial bersama,” tegasnya.

Ketua Majelis Klasis Kota Kupang, Pdt. Delviana Poyck–Snae, dalam suara gembalanya, mengamini pernyataan Wali Kota sebagai janji iman. Ia menyatakan kesiapan gereja untuk bersinergi dengan pemerintah dalam mewujudkan fasilitas yang layak dan inklusif.

“Saya aminkan sebagai komitmen iman. Gereja siap bergandengan tangan dengan pemerintah untuk mewujudkan fasilitas yang layak bagi saudara-saudara berkebutuhan khusus,” ujarnya.

Pdt. Delviana juga menambahkan bahwa GMIT Paulus menjadi satu-satunya jemaat di Kota Kupang yang secara khusus memiliki Unit Pelayanan Difabel. Ia menegaskan bahwa gereja harus menyediakan ruang nyata agar saudara-saudara difabel bisa menjadi subjek aktif dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat, bukan sekadar objek belas kasih.

Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus pengurus BHRG, Aki Kala, mengungkapkan rasa syukur dan haru atas dukungan yang ditunjukkan oleh Wali Kota dan pimpinan gereja.

“Hari ini kami tidak merasa sendiri. Kami tahu, ada pemimpin yang memberi hati untuk perjuangan kami orang tua dari anak-anak berkebutuhan khusus,” tuturnya.

Bimtek ini dihadiri ratusan peserta dari kalangan jemaat, masyarakat umum, dan instansi pemerintah. Kegiatan ini juga menghadirkan psikolog anak sebagai narasumber dan diisi dengan sesi praktik langsung penanganan tantrum pada anak autis di lingkungan pelayanan gereja dan masyarakat.

Dengan langkah ini, Kota Kupang membuka lembaran baru dalam pelayanan inklusif, meneguhkan bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, berhak atas masa depan yang cerah dan lingkungan yang mendukung pertumbuhan mereka secara holistik. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.