Pemkot Kupang Perkuat UMKM Gula Lempeng Lasiana Lewat Bantuan Peralatan Produksi

oleh -937 Dilihat
Wali Kota Kupang Kunjungi UMKM Gula Lempeng di Lasiana. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Di balik wangi manis yang menyeruak dari sebuah dapur sederhana di Lasiana, tangan-tangan terampil para perajin gula lempeng bekerja tanpa henti. Sejak pagi buta, mereka menata tungku, mengaduk nira, hingga mencetak gula lempeng yang menjadi salah satu kebanggaan kuliner lokal Kota Kupang. Rutinitas yang sederhana, namun menyimpan cerita tentang ketekunan, harapan, dan perjuangan untuk tetap bertahan.

Pada Rabu siang itu (19/11/25), suasana tampak berbeda. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, datang menyapa para perajin setelah membuka kegiatan Bulan Bakti Karang Taruna. Tanpa jarak, ia berbincang dengan para pelaku UMKM, menanyakan proses produksi hingga kendala-kendala yang mereka hadapi sehari-hari.

Di tengah kepulan uap dari cairan nira yang mendidih, Wali Kota disuguhi potret nyata bagaimana usaha kecil seperti ini berkontribusi bagi kehidupan banyak keluarga. Para perajin bercerita tentang keterbatasan alat dan kemampuan produksi yang belum maksimal. Banyak dari mereka harus bekerja lebih lama untuk memenuhi permintaan pasar yang kadang meningkat tiba-tiba.

Di sinilah kehadiran Pemkot Kupang membawa secercah harapan baru. Melalui bantuan berupa alat-alat produksi yang lebih modern dan efisien, pemerintah berupaya meningkatkan kapasitas produksi UMKM Gula Lempeng Lasiana, sekaligus mendorong kualitas produk yang lebih baik.

“Pemerintah harus memberikan kail, bukan ikan. Dengan alat produksi yang memadai, mereka bisa berkembang sendiri dan mandiri,” ujar Wali Kota Christian, sambil melihat langsung proses pencetakan gula.

Bagi para perajin, kalimat itu bukan sekadar slogan, melainkan wujud nyata perhatian pemerintah terhadap ekonomi rakyat kecil. Bantuan ini membuat mereka optimis dapat menggandakan produksi harian yang selama ini masih terbatas oleh peralatan manual.

Kini, semangat baru terasa di rumah produksi gula lempeng itu. Para perajin mulai membayangkan peluang memperluas pasar, meningkatkan pendapatan, dan menjaga warisan kuliner lokal agar tetap hidup di tengah gempuran produk modern.

Program pemberdayaan seperti ini bukan sekadar membantu ekonomi keluarga, tetapi juga merawat identitas budaya. Gula lempeng Lasiana bukan hanya bahan makanan ia adalah cerita tentang tradisi, kehangatan, dan keteguhan masyarakat Kupang yang terus bertahan dan berkembang dari generasi ke generasi. (Penulis/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.