Pemkot Kupang Serahkan Bantuan Sosial Keagamaan untuk GMIT Center

oleh -1434 Dilihat
Wali Kota Didampingi Wawali Kupang Serahkan Bantuan kepada Ketua Sinode GMIT. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, didampingi Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, menghadiri acara Penyerahan Bantuan Sosial Keagamaan bagi GMIT Center yang berlangsung di Aula Lantai III, Kantor Sinode GMIT pada Senin (4/8/25).

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Sinode GMIT, Pendeta Samuel Pandie, Wakil Ketua Sinode GMIT, Pendeta Saneb Blegur, dan Wakil Sekretaris Sinode GMIT, Pendeta Zimrat Karmani. Dari pihak pemerintah, hadir pula Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Kupang, Djoni D. Bire, serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang, Daud N. Nafi.

Dalam sambutannya, Wali Kota Christian Widodo menekankan pentingnya tetap menjalankan program sosial dan keagamaan di tengah tantangan keterbatasan anggaran daerah. Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Kupang tetap berkomitmen untuk mendahulukan program-program yang memberi dampak langsung bagi masyarakat.

“Kami masuk pada saat efisiensi besar-besaran dilakukan secara nasional. Tapi saya tegaskan, bantuan sosial dan keagamaan harus tetap jalan. Untuk itu, hari ini kami menyerahkan bantuan sebesar Rp300 juta bagi GMIT Center,” ujar Wali Kota Widodo.

Ia juga menjelaskan bahwa efisiensi anggaran berhasil dilakukan, antara lain melalui pengurangan belanja perjalanan dinas dan pembatalan pengadaan mobil dinas baru. Hasil penghematan sekitar Rp4 miliar tersebut dialihkan untuk program sosial, termasuk penyediaan liang lahat gratis bagi keluarga kurang mampu dan pembentukan dana pengaman sebesar Rp3 miliar di IGD RSUD S.K. Lerik untuk pasien darurat non-BPJS.

Selain itu, Wali Kota turut menyinggung keberhasilan program pemberdayaan UMKM melalui inisiatif SABOAK (Sunday Market Buat Orang Kupang), yang memberikan ruang usaha tanpa biaya sewa bagi pelaku UMKM lokal.

BACA JUGA:  Pemkot Kupang Salurkan 445 Ton Beras untuk Warga Kurang Mampu

“Kami ingin hadir sebagai pemerintah yang tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga kehidupan rohani, budaya bersih, dan solidaritas antarsesama. Kita tidak bisa berjalan sendiri, tapi harus kolaboratif dengan gereja, masjid, komunitas, dan semua elemen masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Sinode GMIT, Pdt. Samuel Pandie, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap kehidupan keagamaan di Kota Kupang.

“Kami percaya bahwa gereja dan pemerintah adalah mitra dalam membangun manusia seutuhnya, baik secara jasmani maupun rohani. Bantuan ini menjadi bukti bahwa pemerintah tidak hanya berbicara soal jalan dan gedung, tetapi juga tentang iman, harapan, dan kasih,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh jemaat GMIT untuk turut mendukung program sosial pemerintah yang menyentuh langsung kehidupan umat dan memperkuat semangat kolaborasi lintas sektor. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.