Pentas Seni SEKAMI Kupang Jadi Wadah Pembinaan Iman dan Karakter Anak di Era Digital

oleh -1091 Dilihat
Gubernur NTT Dampingi Uskup Agung Kupang Hadiri Acara Pentas Seni SEKAMI Keuskupan Agung Kupang pada Kamis, 19 Maret 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Bertempat di Aula Gereja Paroki Sta. Maria Assumpta Kota Kupang pada Kamis (19/3/2026), Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner menggelar pentas seni bertema “Jejak Sang Petualang di Bumi Flobamorata”.

Kegiatan ini menampilkan beragam tarian dan drama musikal dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur sebagai cerminan kekayaan budaya lokal.

Gubernur NTT, Melki Laka Lena, dalam sambutannya menegaskan bahwa pentas seni tersebut merupakan manifestasi nyata pembinaan iman yang berpadu dengan pembangunan karakter anak-anak.

“Di tengah gempuran arus digitalisasi yang kencang, pagelaran pentas seni seperti ini adalah oase yang menumbuhkan karakter baik anak-anak. Pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut pembangunan mental dan karakter,” ujarnya.

Menurutnya, di balik setiap pertunjukan yang ditampilkan, terdapat proses pembelajaran yang mendalam. Anak-anak dilatih untuk disiplin, bekerja sama, serta belajar dari setiap kesalahan dalam latihan.

“Di sanalah mental dan karakter mereka dibentuk. Mereka belajar menyatukan perbedaan menjadi harmoni, memahami kapan harus memimpin, mengikuti, dan saling menguatkan. Nilai solidaritas itu tumbuh melalui pengalaman bersama,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gubernur Melki menambahkan bahwa pentas seni juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengenal dan mencintai budaya mereka sendiri. Ia menilai, keterlibatan aktif dalam seni membuat generasi muda semakin bangga terhadap jati diri budaya daerah.

Selain itu, kegiatan ini juga memberikan jeda dari ketergantungan terhadap gawai. Anak-anak dilatih untuk berinteraksi secara langsung, membangun kebersamaan, serta merasakan kehangatan dalam proses kreatif.

“Ketika mereka melupakan ponsel sejenak dan fokus berlatih, di situlah transformasi mental mulai terjadi. Mereka kembali pada interaksi nyata, tawa bersama, dan kebersamaan yang hangat,” tambahnya.

BACA JUGA:  Pemkot Kupang Gandeng HIPMI untuk Percepat Legalitas UMKM di 51 Kelurahan

Gubernur juga menyoroti bahwa pentas seni ini menjadi ruang pemersatu bagi anak-anak dari berbagai latar belakang. Perbedaan status sosial melebur dalam semangat kebersamaan di atas panggung.

Sementara itu, Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, menyampaikan bahwa kegiatan ini mencerminkan wajah Gereja yang hidup, dinamis, dan penuh semangat misioner.

“Melalui pentas seni ini, anak-anak tidak hanya menampilkan kreativitas, tetapi juga menyatakan kasih Tuhan dengan cara yang khas dan menyentuh hati,” ungkapnya.

Ia berharap nilai-nilai budaya yang ditampilkan dapat terus dilestarikan dan menjadi sarana pewartaan iman yang berkelanjutan.

“Jadilah anak-anak misioner yang berani, kreatif, dan setia dalam iman, yang membawa terang Kristus ke mana pun melangkah,” pesannya.

Senada dengan itu, Direktur Diosesan Karya Kepausan Indonesia Keuskupan Agung Kupang, Giovani Aditya L. Arum, menjelaskan bahwa pentas seni ini menjadi ruang penting bagi anak-anak dan remaja untuk mengekspresikan diri di tengah derasnya arus modernisasi.

“Di era teknologi yang masif, anak-anak sering kehilangan ruang berekspresi dan kebersamaan. Kegiatan ini menjadi wadah untuk membangun kreativitas sekaligus mempererat relasi sosial,” jelasnya.

Dia juga menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan hasil Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia serta Musyawarah Pastoral Keuskupan Agung Kupang, yang menekankan pentingnya pendidikan karakter bagi anak dan remaja.

Dengan adanya pentas seni ini, diharapkan generasi muda NTT dapat tumbuh sebagai pribadi yang beriman, berkarakter, serta mencintai budaya lokal di tengah perkembangan zaman yang semakin digital. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.