Perempuan GMIT Klasis Kota Kupang Didorong Jadi Agen Perubahan dan Pelopor Kasih

oleh -1257 Dilihat
Wawali Kupang Pose Bersama Pengurus Perempuan GMIT Klasis Kota Kupang. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis menghadiri kegiatan reflektif bertajuk “Mengukir Jejak-Jejak Perempuan GMIT Klasis Kota Kupang” yang berlangsung di Gedung Pramuka, Penfui pada Kamis (3/7/25). Kegiatan ini menjadi ruang apresiasi sekaligus penguatan terhadap kontribusi perempuan GMIT dalam pelayanan gereja dan pembangunan sosial di Kota Kupang.

Hadir dalam acara ini sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Ketua Majelis Klasis Kota Kupang, Pendeta Jesmarianus R. Djonaga; para Ketua Majelis Jemaat se-Klasis Kota Kupang; Kadis Perindustrian dan Perdagangan NTT, Dr. Zet Sony Libing; Kadis Koperasi dan UMKM NTT, Jusuf Lery Rupidara, M.Si.; Ketua Kwarda Pramuka NTT, Piter Manu; serta Pengurus Perempuan Sinode GMIT, Sumi Sutrisno.

Dalam sambutannya, Serena memberikan apresiasi kepada seluruh perempuan GMIT atas dedikasi dalam membangun masyarakat dan pelayanan gereja. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar mengenang sejarah, melainkan membangun inspirasi kolektif bagi masa depan.

“Hari ini kita dipertemukan dalam sebuah kegiatan yang bukan hanya mengenang, tetapi juga memberikan teladan dan inspirasi. Ini adalah bentuk penghormatan terhadap peran penting perempuan GMIT dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat,” ungkapnya.

Serena juga menekankan keselarasan kegiatan ini dengan visi Kota Kupang sebagai Kota Kasih: Rumah Bersama yang Maju, Mandiri, Sejahtera, dan Berkelanjutan. Ia menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental di tengah tren meningkatnya kasus bunuh diri di kota ini.

“Saya sangat mengapresiasi adanya materi tentang kesehatan mental, pemilihan obat yang tepat, hingga pelatihan kecantikan dan perawatan diri. Ini menyentuh berbagai aspek kehidupan perempuan secara holistik,” tambahnya.

Ia mendorong para perempuan GMIT untuk terus menjaga citra diri, percaya diri, dan menjadi sosok yang mandiri. Serena juga menggarisbawahi pentingnya menciptakan ruang inklusif bagi penyandang disabilitas.

“Peran ibu-ibu gereja sangat krusial dalam menciptakan lingkungan yang ramah dan inklusif bagi saudara-saudari penyandang disabilitas. Kita semua terpanggil untuk merangkul dengan hati dan mengayomi dengan kasih,” tegasnya.

Wakil Wali Kota juga mempromosikan program unggulan Pemkot Kupang, SABOAK (Sunday Market Buat Orang Kupang), yang menurutnya telah menunjukkan dampak nyata dalam mendukung UMKM lokal.

“Pada minggu pertama pelaksanaan SABOAK, perputaran uang mencapai lebih dari Rp100 juta, dan meningkat menjadi Rp250 juta pada minggu kedua. Ini menunjukkan potensi besar UMKM dalam menopang ekonomi keluarga,” jelasnya sambil mengajak peserta untuk ikut serta dalam program tersebut.

Menutup sambutannya, Serena berharap agar perempuan GMIT terus menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

“Kita butuh lebih banyak perempuan yang berani bersuara, melindungi sesama, melayani dengan kasih, dan memimpin dengan hati. Ketika perempuan maju, maka Kota Kupang pun akan ikut maju,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Ostin Leo Lede Maliogha, S.Sos., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran perempuan tentang hak-haknya di berbagai bidang, memperkuat solidaritas, serta membekali mereka untuk menghadapi tantangan zaman.

Peserta kegiatan berasal dari 47 jemaat GMIT Klasis Kota Kupang yang terbagi ke dalam lima rayon. Dari target 94 peserta, tercatat 78 perempuan dari 37 gereja hadir.

Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi perempuan GMIT untuk terus mengukir jejak dalam pelayanan dan pembangunan Kota Kupang yang inklusif, adil, dan penuh harapan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.