Peringati HUT ke-36, Bank NTT Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis: Perkuat Peran sebagai Agen Transformasi Sosial

oleh -924 Dilihat
Layanan Kesehatan Gratis dari Bank NTT kepada Nasabah di Kota Kupang. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-36, Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) menegaskan komitmennya sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang tak hanya berkiprah di sektor finansial, tetapi juga menjadi agen transformasi sosial yang nyata di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan pelayanan kesehatan gratis yang digelar di pusat Kota Kupang, Kamis (17/7/2025), Bank NTT menunjukkan kepeduliannya terhadap persoalan sosial, khususnya di bidang kesehatan masyarakat. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari warga. Sejak pagi hari, ratusan masyarakat memadati lokasi untuk mengikuti berbagai layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan tekanan darah, gula darah, konsultasi medis, hingga donor darah, semuanya diberikan secara cuma-cuma.

Pelayanan ini terselenggara berkat kolaborasi dengan tenaga medis profesional, serta partisipasi aktif dari pegawai dan mitra usaha Bank NTT. Masyarakat yang hadir, termasuk dari wilayah sekitar Kota Kupang, mengaku terbantu karena selama ini menghadapi kendala akses layanan medis, baik karena jarak maupun keterbatasan biaya.

Perwakilan panitia pelaksana, Yohanes Karolus, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perayaan seremonial ulang tahun, melainkan bentuk nyata tanggung jawab sosial Bank NTT sebagai mitra pembangunan.

“Kami percaya, kesehatan masyarakat adalah fondasi utama pembangunan. Melalui aksi ini, Bank NTT ingin hadir lebih dekat dan menjadi solusi atas tantangan sosial yang masih dihadapi warga NTT,” ujar Yohanes.

Transformasi sosial yang diusung Bank NTT ini menjadi catatan penting dalam konteks peran strategis BUMD, khususnya dalam mendukung program prioritas nasional seperti penguatan layanan dasar, pemerataan pembangunan, dan pengurangan ketimpangan akses pelayanan publik.

“Selain menjadi mitra pembangunan daerah, Bank NTT juga hadir sebagai bagian dari solusi untuk persoalan-persoalan sosial di tengah masyarakat,” tambah Yohanes.

Langkah progresif ini sejalan dengan semangat Desentralisasi Fiskal yang Berkualitas, di mana BUMD tidak hanya berfungsi sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga sebagai penggerak kesejahteraan lokal. Lewat pendekatan inklusif dan pelayanan berbasis nilai lokal, Bank NTT dinilai sukses membangun relasi emosional dengan masyarakat serta memperkuat legitimasi sosialnya sebagai lembaga keuangan milik publik.

BACA JUGA:  Gubernur NTT Melki Laka Lena Kunjungi Kabupaten Alor, Tinjau Program MBG dan Kesehatan Gratis

Tak hanya kegiatan kesehatan, perayaan HUT ke-36 Bank NTT juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan edukatif lainnya, seperti seminar keuangan, penanaman pohon, serta lomba olahraga antarpegawai. Ini membuktikan bahwa transformasi Bank NTT tidak hanya menyentuh aspek digital dan pelayanan keuangan, tetapi juga menyasar langsung kehidupan sosial masyarakat.

Dengan peran aktif yang ditunjukkan Bank NTT, diharapkan Pemerintah Pusat dapat memberikan atensi lebih dan menjadikannya sebagai model BUMD berbasis inklusi sosial yang layak untuk direplikasi di provinsi-provinsi lain, terutama di kawasan timur Indonesia yang masih menghadapi tantangan dalam pemerataan pembangunan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.