Pesan Wagub Johni di Camp GMIT Kefas: Iman dan Doa Senjata Menghadapi Tantangan

oleh -2 Dilihat
Wagub NTT Jadi Pembicara di Camp Pemuda GMIT Kefas Oetete di Kabupaten Kupang. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, menegaskan bahwa iman dan doa merupakan kekuatan utama dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara dalam kegiatan Camp Pemuda GMIT Kefas Oetete Tahun 2025 yang berlangsung di Aula Taman Wisata Boneana, Kabupaten Kupang, Jumat (10/7/2026).

Dalam arahannya di hadapan para peserta, Wagub Johni menekankan bahwa kesuksesan sejati tidak hanya ditentukan oleh kerja keras dan kecerdasan intelektual, tetapi juga harus ditopang oleh kedekatan hubungan dengan Tuhan.

“Doa dan firman Tuhan adalah senjata yang dahsyat. Setelah semua usaha dan kerja keras kita lakukan, pada akhirnya otoritas Tuhanlah yang membawa kita pada kesuksesan, pencapaian tertinggi, dan kebahagiaan sejati. Menggantungkan diri pada Tuhan itu hukumnya mutlak,” ungkapnya.

Ia juga membagikan pengalaman pribadinya dalam meniti karier hingga menjabat sebagai Wakil Gubernur NTT. Menurutnya, kunci ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan hidup adalah kebiasaan untuk selalu mengandalkan Tuhan sejak masa kecil.

“Saya memulai hari selalu dengan doa, berani bersaksi dalam pelayanan, dan terus bersandar pada Tuhan. Karena itu, Tuhan selalu memberi jalan dan kekuatan saat menghadapi kesulitan,” jelasnya.

Wagub Johni mengingatkan bahwa perjalanan hidup tidak selalu berjalan mulus. Setiap orang akan menghadapi ujian dan cobaan yang menjadi proses pembentukan iman.

“Tuhan tidak selalu memberi kondisi yang instan. Tidak selamanya kita langsung sukses, tetapi di situlah iman kita diuji. Iman yang kokoh dan ketekunan dalam doa akan membuat kita siap menghadapi setiap tantangan,” tegasnya.

Selain aspek spiritual, ia juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang berlandaskan iman. Seorang pemimpin, menurutnya, harus berani mengambil keputusan, mampu mengesampingkan kepentingan pribadi, serta memiliki empati terhadap sesama.

BACA JUGA:  Kota Kupang Jadi Pionir Program Nasional Pengentasan Kemiskinan, Wali Kota Widodo Tegaskan Semangat Gotong Royong

Ia mengajak para pemuda untuk mulai melatih kepemimpinan sejak dini, mengasah talenta, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang mandiri dan berkarakter kuat.

Wagub berharap, kegiatan Camp Pemuda GMIT Kefas yang mengusung tema “Growing in Christ Together in Love” (Kolose 3:14) ini mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya cakap secara intelektual dan manajerial, tetapi juga tangguh secara fisik, memiliki empati tinggi, serta berkarakter takut akan Tuhan.

“Ingat ini baik-baik, agar hidupmu memiliki tujuan yang jelas, arah yang benar, serta senantiasa memuliakan nama Tuhan, menjadi kebanggaan keluarga dan berdampak positif bagi sesama,” pesannya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua UPP Pemuda GMIT Kefas, Pdt. Aplonia Gaspersz, Pnt. Hetty Beda-Katu, serta seluruh peserta camp. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.