Prevy Seltriani Taek Ukir Langkah Nasional, Bertemu Menteri Ekonomi Kreatif Jelang Final AHY Muda 2026

oleh -41 Dilihat
Prevy Seltriani Taek (kedua dari kanan), finalis Lomba Pidato AHY Muda 2026 asal SMK Negeri 4 Kupang, berfoto bersama Menteri Ekonomi Kreatif Tengku Riefky Harsya (tengah) dan rombongan pendamping di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta pada Jumat, 18 September 2026. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Jakarta-Perjalanan Prevy Seltriani Taek, siswi SMK Negeri 4 Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam ajang Lomba Pidato AHY Muda 2026 memasuki tahap akhir. Setelah berhasil menembus sembilan besar dari 1.317 pendaftar, Prevy mendapat kesempatan bertemu Menteri Ekonomi Kreatif, Tengku Riefky Harsya, di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Menara Thamrin Nine, Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sembilan finalis menjelang pengumuman pemenang yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (19/9/2026), di Auditorium Yudhoyono, DPP Partai Demokrat, Jakarta.

Prevy hadir bersama para finalis dari berbagai daerah, guru pendamping, serta anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD yang turut mendampingi peserta selama proses perlombaan.

Bagi Prevy, kesempatan tersebut memiliki makna tersendiri. Ia datang membawa gagasan tentang bagaimana potensi besar NTT dapat dikembangkan menjadi kesejahteraan masyarakat, terutama melalui kreativitas, keterampilan, dan keterlibatan generasi muda.

Gagasan itu menjadi inti materi pidatonya yang mengangkat tema “Dari Potensi Menjadi Kesejahteraan”.

Melalui pidatonya, Prevy menyoroti kekayaan sumber daya NTT, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, rumput laut, garam, hingga tenun tradisional yang memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.

Persoalannya, potensi tersebut belum sepenuhnya diolah menjadi sumber kesejahteraan dan lapangan kerja yang memadai bagi generasi muda di daerah.

Karena itu, Prevy membawa pesan tentang pentingnya pendidikan vokasi, pengembangan keterampilan, inovasi, dan hilirisasi produk lokal agar anak muda NTT tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang ekonomi di daerahnya sendiri.

Dari 1.317 Peserta, Prevy Tembus Sembilan Besar Nasional

Lomba Pidato AHY Muda 2026 merupakan bagian dari rangkaian Lomba Rakyat Partai Demokrat yang diikuti pelajar dari berbagai daerah di Indonesia.

BACA JUGA:  Fraksi Persatuan Hati Nurani Rakyat Dukung RPJMD NTT 2025–2029 dengan Semangat “Kekitaan” dan Prinsip Pembangunan Berkelanjutan

Sebanyak 1.317 peserta tercatat mendaftar. Seleksi dilakukan secara berjenjang melalui DPD Partai Demokrat di daerah.

Dari 31 provinsi, sebanyak 62 peserta terpilih untuk mengikuti tahapan berikutnya. Setelah ditambah peserta melalui jalur penilaian unsur Fraksi Partai Demokrat DPR RI, jumlah peserta pada tahap lanjutan mencapai sekitar 70 orang.

Proses penilaian tersebut akhirnya menghasilkan sembilan finalis nasional, termasuk Prevy Seltriani Taek yang mewakili NTT.

Keberhasilan menembus sembilan besar memberikan kesempatan kepada Prevy untuk menyampaikan gagasan tentang masa depan ekonomi daerah di hadapan tokoh-tokoh nasional.

Menteri Ekonomi Kreatif: Kemampuan Berpidato Bisa Menjadi Modal Profesi

Dalam pertemuan dengan sembilan finalis, Menteri Ekonomi Kreatif Tengku Riefky Harsya menekankan bahwa kemampuan berbicara di depan publik bukan sekadar keterampilan untuk mengikuti perlombaan.

Menurutnya, kemampuan mengolah gagasan, menyusun pesan, dan menyampaikannya secara efektif merupakan modal penting dalam dunia kerja modern.

Ia menjelaskan bahwa perkembangan industri ekonomi kreatif telah membuka berbagai profesi yang berkaitan dengan keterampilan komunikasi, seperti penyiar radio, presenter, pengisi suara animasi, hingga voice over.

“Proses dari 1.317 menjadi sembilan ini bukan tidak ada manfaatnya. Ini menjadi bagian mula,” ujar Tengku Riefky.

Menteri juga mengingatkan bahwa hobi dan minat generasi muda dapat berkembang menjadi profesi yang menghasilkan pendapatan apabila didukung kreativitas, inovasi, dan teknologi.

Pesan tersebut memiliki relevansi dengan gagasan yang dibawa Prevy dari NTT.

Sebagai pelajar SMK, Prevy mengangkat pentingnya pendidikan yang tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi mampu membekali anak muda dengan keterampilan untuk mengolah potensi daerah menjadi produk dan usaha bernilai ekonomi.

Potensi tenun NTT, misalnya, dapat dikembangkan melalui desain produk, industri fesyen, pemasaran digital, dan penguatan merek lokal.

BACA JUGA:  Ketua Umum PNI Ajak Seluruh Kader Bersinergi Bangun Bangsa dari NTT untuk Indonesia

Demikian pula komoditas pertanian, peternakan, dan perikanan yang dapat memperoleh nilai tambah melalui pengolahan, pengemasan, inovasi produk, serta pemasaran berbasis teknologi.

Dengan demikian, pengembangan ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu jalan untuk memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan nilai ekonomi produk lokal NTT.

Membawa Suara Anak Muda NTT ke Jakarta

Keikutsertaan Prevy dalam final nasional juga memperlihatkan pentingnya membuka akses bagi pelajar dari daerah untuk terlibat dalam forum pengembangan kepemimpinan, komunikasi publik, dan pertukaran gagasan di tingkat nasional.

Melalui kompetisi ini, Prevy tidak hanya diuji dalam kemampuan berpidato, tetapi juga dalam merumuskan persoalan daerah dan menyampaikan gagasan penyelesaiannya.

Tema yang diangkatnya menempatkan generasi muda sebagai bagian penting dalam pembangunan ekonomi NTT.

Anak muda diharapkan tidak sekadar menyaksikan kekayaan daerahnya dibawa keluar sebagai bahan mentah, tetapi memperoleh kesempatan untuk mengolah, mengembangkan, dan menciptakan nilai tambah dari potensi tersebut.

Pengembangan pendidikan vokasi, dukungan kewirausahaan, akses teknologi, serta investasi pada industri pengolahan lokal menjadi sejumlah isu yang relevan dengan gagasan tersebut.

Bagi NTT, kehadiran Prevy di panggung nasional sekaligus menjadi kesempatan memperkenalkan aspirasi pelajar daerah mengenai pendidikan dan masa depan pekerjaan mereka.

Besok, Prevy Hadapi Pengumuman Final Nasional

Sembilan finalis dijadwalkan mengikuti rangkaian akhir Lomba Pidato AHY Muda 2026 pada Sabtu (19/9/2026), di Auditorium Yudhoyono, DPP Partai Demokrat, Jakarta.

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dijadwalkan menyerahkan trofi kepada para pemenang.

Apa pun hasil akhir kompetisi, perjalanan Prevy dari SMK Negeri 4 Kupang hingga menembus sembilan besar nasional telah memberinya pengalaman untuk menguji gagasan, mengembangkan kemampuan komunikasi, dan memperluas wawasan tentang peluang ekonomi kreatif.

BACA JUGA:  Smater Ndao Cup IV Jadi Ajang Pembinaan Karakter dan Atlet Muda NTT

Pertemuan dengan Menteri Ekonomi Kreatif menjadi salah satu pengalaman penting dalam perjalanan tersebut.

Dari ruang kelas di Kupang hingga kantor kementerian di Jakarta, Prevy membawa satu pertanyaan besar tentang masa depan NTT: bagaimana kekayaan daerah dapat diubah menjadi pekerjaan, pendapatan, dan kesejahteraan bagi rakyatnya sendiri?

Pertanyaan itulah yang menjadi pesan utama Prevy ketika membawa suara generasi muda NTT ke panggung nasional.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.