Suarantt.id, Kalabahi-Keindahan alam Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), seolah tidak pernah habis menawarkan pesona. Salah satu destinasi yang patut dikunjungi adalah Puncak Hulnani, di Desa Hulnani, Kecamatan Alor Barat Laut (Abal), yang menyuguhkan panorama laut, gugusan pulau, serta pemandangan matahari terbenam atau sunset yang memukau pada Jumat, 16 Oktober 2026 sore.
Berjarak sekitar 25 kilometer dari Kota Kalabahi, yang dikenal sebagai Kota Kenari, Puncak Hulnani menjadi salah satu pilihan bagi wisatawan termasuk wartawan mitra BI NTT bersama staf BI yang menikmati keindahan alam dari ketinggian, jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.
Perjalanan menuju destinasi ini menyajikan pengalaman tersendiri. Pengunjung harus melewati jalan beraspal yang berkelok-kelok, menyusuri kawasan hutan jati dan tanaman jambu mete. Namun, kondisi jalan yang mulai berlubang menjadi tantangan tersendiri bagi wisatawan yang hendak menikmati pesona Puncak Hulnani.
Meski perjalanan membutuhkan waktu sekitar satu jam, keindahan yang menanti di puncak menjadi daya tarik tersendiri. Dari lokasi ini, pengunjung dapat menikmati panorama Pulau Ternate, Pulau Buaya, dan Pulau Pantar yang tampak menghiasi bentangan laut Alor.
Ketika matahari mulai bergerak menuju ufuk barat, suasana Puncak Hulnani semakin memikat. Cahaya matahari yang perlahan meredup menghadirkan pemandangan sunset yang mempesona, menjadikan tempat ini cocok untuk bersantai, menikmati suasana alam, sekaligus mengabadikan momen bersama keluarga maupun sahabat.
Menyeruput Kopi Hangat Sambil Menikmati Sunset
Pengalaman berwisata di Puncak Hulnani tidak hanya menawarkan panorama alam. Pengunjung juga dapat menikmati kopi hangat dan pisang goreng yang disajikan di lokasi wisata tersebut.
Sejumlah lopo dan kursi kayu telah disediakan sebagai tempat bagi pengunjung untuk beristirahat sembari menikmati pemandangan laut dan udara terbuka.
Bagi wisatawan yang ingin menghabiskan waktu lebih lama, tersedia pula fasilitas homestay sederhana dengan tarif Rp200.000 per malam, di luar biaya makan dan minum.
Fasilitas listrik juga telah tersedia sehingga pengunjung dapat bermalam sambil menikmati suasana alam Puncak Hulnani.
Destinasi ini terbuka bagi pengunjung setiap hari, tetapi biasanya lebih ramai pada Sabtu dan Minggu. Wisatawan yang datang tidak hanya berasal dari wilayah Kabupaten Alor, tetapi juga dari luar daerah, bahkan wisatawan mancanegara.
Untuk memasuki kawasan wisata, pengunjung dikenakan tarif Rp5.000 untuk sepeda motor dan Rp10.000 untuk mobil.
Dirintis Sejak 2016 dengan Dana Desa
Di balik keindahan Puncak Hulnani, terdapat upaya masyarakat setempat dalam membuka akses dan mengembangkan potensi wisata desa.
Latif Towang, pemilik lahan sekaligus Sekretaris Desa Hulnani, menjelaskan bahwa pembukaan jalan menuju lokasi tersebut dimulai pada 2016 dengan memanfaatkan dana desa.
Upaya tersebut menjadi langkah awal untuk membuka akses menuju kawasan yang memiliki potensi wisata alam dan panorama laut yang menarik.
Selain akses jalan, pemerintah desa juga memberikan bantuan berupa dua unit lopo yang kini dimanfaatkan pengunjung untuk beristirahat dan menikmati keindahan alam.
Kehadiran fasilitas tersebut memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang datang, baik untuk menikmati pemandangan pada siang hari maupun menunggu matahari terbenam.
Namun, pengembangan destinasi wisata ini masih menghadapi sejumlah keterbatasan, terutama berkaitan dengan kondisi infrastruktur jalan dan ketersediaan air bersih.
Air Bersih Masih Menjadi Tantangan
Di tengah potensi wisata yang dimiliki, ketersediaan air bersih masih menjadi persoalan yang harus dihadapi dalam pengelolaan kawasan Puncak Hulnani.
Untuk memenuhi kebutuhan air, pengelola mengandalkan air hujan yang ditampung dalam wadah berbahan fiber.
Sementara itu, untuk mendapatkan sumber air lainnya, masyarakat harus menempuh jarak sekitar dua kilometer.
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri, terutama ketika jumlah pengunjung meningkat pada akhir pekan atau musim liburan.
Padahal, ketersediaan air bersih merupakan salah satu kebutuhan penting untuk mendukung kenyamanan wisatawan sekaligus menunjang pengembangan fasilitas penginapan dan pelayanan di kawasan tersebut.
Pemda Alor Diharapkan Perhatikan Akses Jalan
Salah satu persoalan yang membutuhkan perhatian serius adalah kondisi jalan menuju Puncak Hulnani yang sudah berlubang di sejumlah bagian.
Kondisi jalan tersebut perlu mendapat perhatian karena akses yang baik menjadi faktor penting dalam mendukung perkembangan destinasi wisata, meningkatkan kenyamanan pengunjung, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Latif Towang berharap Pemerintah Kabupaten Alor dapat memberikan perhatian terhadap akses jalan menuju Puncak Hulnani.
Perbaikan infrastruktur diharapkan dapat mempermudah perjalanan wisatawan sekaligus mendukung pengembangan potensi wisata desa yang selama ini telah dirintis.
Dengan jarak sekitar 25 kilometer dari Kalabahi, panorama tiga pulau yang memikat, suasana alam yang tenang, fasilitas homestay, serta daya tarik matahari terbenam, Puncak Hulnani memiliki potensi untuk semakin dikenal sebagai salah satu tujuan wisata di Kabupaten Alor.
Potensi tersebut tentu perlu didukung oleh pembangunan infrastruktur yang memadai, termasuk perbaikan jalan dan peningkatan akses terhadap air bersih.
Keindahan alam Puncak Hulnani telah menjadi modal berharga bagi pengembangan pariwisata desa. Kini, perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur menjadi bagian penting agar pesona yang ditawarkan tidak hanya memikat wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Desa Hulnani.
Sebab, destinasi wisata yang indah akan semakin bernilai ketika keindahan alamnya didukung akses yang layak dan fasilitas yang memadai. ***





