Realisasi PAD NTT di Bawah Target, Wagub Tekankan Optimalisasi Potensi Daerah

oleh -101 Dilihat
Wagub NTT Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga saat ini masih berada di bawah target yang telah ditetapkan dalam tahun anggaran 2026. Tercatat, capaian PAD baru mencapai sekitar 17,86 persen atau sebesar Rp473 miliar.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Halaman Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT pada Senin (1/6/2026).

Menurutnya, capaian tersebut masih jauh dari target yang diharapkan, sehingga diperlukan langkah-langkah konkret dari seluruh perangkat daerah untuk meningkatkan kinerja serta mengoptimalkan berbagai potensi pendapatan yang dimiliki daerah.

“Realisasi PAD kita masih jauh dari target. Karena itu saya minta seluruh jajaran bekerja lebih serius, lebih inovatif, jujur, dan tulus dalam mengelola seluruh potensi yang kita miliki agar mampu memberikan kontribusi maksimal bagi pembangunan daerah,” tegasnya.

Upacara tersebut diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi NTT. Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur juga membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Yudian Wahyudi.

Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tahun ini, peringatan Hari Lahir Pancasila mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.” Tema ini menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga persatuan bangsa, tetapi juga menjadi kontribusi Indonesia dalam menciptakan perdamaian dunia.

Yudian Wahyudi, dalam sambutan yang dibacakan, menyebut Pancasila sebagai “bintang penuntun” sekaligus “jangkar moral” bangsa Indonesia di tengah berbagai tantangan global, seperti disrupsi teknologi, perubahan geopolitik, hingga ancaman perpecahan sosial.

BACA JUGA:  Pemprov NTT Bayar TPP 2025 Tepat Waktu, Rp123 Miliar untuk 23 Ribu ASN dan PPPK

Usai membacakan sambutan tersebut, Johni Asadoma kembali menegaskan pentingnya peran ASN sebagai pelayan masyarakat. Ia mengingatkan seluruh aparatur untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab serta menjaga semangat toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme. Kita bekerja dengan sungguh-sungguh dan tulus dalam melayani masyarakat agar mereka mendapatkan hak-haknya secara layak,” ujarnya.

Ia berharap momentum peringatan Hari Lahir Pancasila ini dapat memperkuat komitmen seluruh ASN dan elemen masyarakat dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila melalui pelayanan publik yang berkualitas, pembangunan yang berkeadilan, serta penguatan persatuan di tengah keberagaman masyarakat NTT. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.