Suarantt.id, Kupang-Perubahan mendadak status akun Laporan (LAP) milik sejumlah kepala sekolah di Nusa Tenggara Timur (NTT) dari semula berwarna hijau menjadi merah menuai sorotan publik. Peristiwa ini memicu berbagai spekulasi, termasuk dugaan adanya gangguan sistem hingga potensi peretasan.
Diketahui, sebelumnya para kepala sekolah telah memastikan bahwa status akun mereka berada pada posisi hijau. Namun, dalam waktu singkat, status tersebut berubah menjadi merah tanpa penjelasan resmi yang jelas.
Menanggapi hal ini, Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa NTT, Ana Waha Kolin, mempertanyakan kejanggalan tersebut dan mendesak agar persoalan ini segera diusut secara tuntas.
“Masa sih akun bisa berubah warna begitu saja? Pasti ada sesuatu yang tidak beres di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT. Ini harus diusut sampai tuntas,” tegasnya.
Ia juga menyinggung kemungkinan adanya kaitan antara perubahan status akun tersebut dengan jadwal pelantikan kepala sekolah yang direncanakan berlangsung pada 30 Maret mendatang. Menurutnya, sebelumnya akun LAP masih berstatus hijau, namun kini tiba-tiba berubah.
“Ada apa ini? Kemarin masih hijau, sekarang sudah merah. Jangan sampai ada hal-hal yang tidak sesuai aturan,” ujarnya.
Ana Waha Kolin berharap pemerintah daerah tidak melihat persoalan ini secara parsial, melainkan secara menyeluruh dan transparan. Ia juga meminta agar penanganan kasus ini tidak ditunggangi kepentingan tertentu, melainkan murni untuk penegakan aturan.
Lebih lanjut, ia mendorong Gubernur NTT untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna memastikan kejelasan sistem dan validitas data pada akun LAP tersebut.
“Gubernur sebagai pemimpin wilayah harus cepat berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Ini menyangkut sistem dan aturan yang berlaku secara nasional,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT terkait penyebab perubahan status akun tersebut.
Sementara itu, para kepala sekolah dan pihak terkait masih menunggu kejelasan atas kondisi yang dinilai janggal ini. ***





