Stef Halla: Wisuda Bukan Akhir, Saatnya Lulusan Unimor Bawa Solusi bagi Masyarakat

oleh -7197 Dilihat
Inspektur Daerah NTT, Stefanus F. Halla Baca Sambutan Gubernur NTT di Acara Wisuda Unimor. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kefamenanu-Dalam suasana penuh semangat dan persaudaraan, Inspektur Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Stefanus F. Halla, mewakili Gubernur NTT Melki Laka Lena, menghadiri acara Wisuda Universitas Timor (Unimor) pada Rabu, 18 Juni 2025. Dalam sambutannya, Stefanus menyampaikan ucapan selamat dan harapan besar pemerintah kepada para wisudawan untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Atas nama Pemerintah Provinsi dan seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur, saya mengucapkan profisiat kepada para wisudawan dan keluarga. Semoga keberhasilan ini menjadi awal dari kiprah besar kalian di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran Universitas Timor sebagai perguruan tinggi negeri untuk menjadi pionir dalam membentuk generasi unggul dan berkarakter di NTT. Stefanus menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir perjuangan, melainkan pintu gerbang menuju dunia nyata yang penuh tantangan.

Mengutip lagu tradisional wisuda Gaudeamus Igitur, Stefanus mengajak para lulusan untuk tidak larut dalam euforia, namun segera bergerak mentransformasikan ilmu dan pengalaman menjadi karya nyata di tengah masyarakat. “Wisuda adalah momen ambang. Inilah saatnya kalian menghadapi dunia luar dengan tekad dan semangat pengabdian,” ucapnya.

Dalam konteks tantangan global dan lokal, ia menyoroti pentingnya inovasi dan kewirausahaan, khususnya dalam sektor pangan dan energi. Ia menyebutkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Merah Putih membuka ruang besar bagi anak muda untuk terlibat sebagai pelaku usaha dan penyedia solusi konkret.

“Masih banyak dapur MBG yang kesulitan mendapatkan pasokan bahan makanan yang cukup. Ini peluang besar bagi kalian yang ingin masuk ke sektor pertanian, distribusi, dan ketahanan pangan,” katanya.

Stefanus juga mengungkapkan bahwa Pemprov NTT terus mendorong investasi, termasuk kerja sama terbaru dengan PT HDF Energy Indonesia dari Prancis, senilai Rp 9,6 triliun untuk pembangunan delapan pembangkit energi hijau. Ini diharapkan menyerap banyak tenaga kerja lokal, termasuk lulusan-lulusan perguruan tinggi.

“Gelar sarjana yang Anda emban bukan sekadar titel, tetapi amanah intelektual dan moral. Anda dituntut tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga nilai-nilai, kompetensi, dan etika untuk menjadi pemecah masalah di tengah masyarakat,” tambahnya.

Di tengah era disrupsi digital dan tantangan hoaks serta teknologi, Stefanus meminta para lulusan untuk membekali diri dengan soft skills dan hard skills sekaligus mempertajam etika, keberanian, dan kemampuan adaptasi.

“Dunia berubah cepat. Yang dibutuhkan saat ini adalah pemimpin yang bisa membaca zaman, berkolaborasi, dan bertindak nyata. Jadilah agen perubahan untuk NTT yang lebih maju,” pungkasnya.

Mengakhiri sambutan, Stefanus mengutip Nelson Mandela: “Pendidikan adalah kunci yang membuka pintu masa depan, namun tindakan nyata adalah langkah pertama yang membawa perubahan.” Ia mengajak seluruh lulusan untuk berkontribusi aktif mewujudkan NTT yang Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan.

“Ayo Berkolaborasi, Berinovasi, dan Bangun Masa Depan yang Lebih Baik! Ayo Bangun NTT!”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.