Survei BI: Kinerja Dunia Usaha NTT Melonjak, SBT Capai 43,81 Persen

oleh -74 Dilihat
Flayer Dunia Usaha di NTT Meningkat. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Kinerja kegiatan dunia usaha di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan peningkatan signifikan pada triwulan II 2026. Hal ini tercermin dari hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang mencatat Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 43,81 persen, meningkat tajam dibandingkan triwulan I 2026 yang sebesar 14,11 persen.

Peningkatan kinerja tersebut terutama ditopang oleh sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan dengan SBT sebesar 24,90 persen. Kinerja sektor ini terdorong oleh puncak panen padi dan jagung musim tanam pertama, serta berlanjutnya panen komoditas perkebunan.

Selain itu, sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib turut berkontribusi dengan SBT 4,68 persen, seiring percepatan realisasi belanja APBN dan APBD di pertengahan tahun anggaran.

Kinerja positif juga tercatat pada sektor Jasa Pendidikan (SBT 3,82 persen), Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Mobil dan Motor yang kembali ke zona positif (SBT 1,01 persen), serta sektor Informasi dan Komunikasi (SBT 2,29 persen). Peningkatan ini didukung momentum Hari Besar Keagamaan Iduladha 1447 Hijriah dan libur sekolah pertengahan tahun yang mendorong konsumsi masyarakat dan penggunaan data.

Meski demikian, kapasitas produksi terpakai pada triwulan II 2026 tercatat sebesar 70,67 persen, melambat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 77,28 persen.

Penurunan ini dipengaruhi oleh turunnya utilisasi di sektor Pertambangan dan Penggalian, Industri Pengolahan, serta Pertanian seiring berakhirnya musim tanam pertama dan normalisasi permintaan bahan bangunan.

Dari sisi keuangan, kondisi pelaku usaha tetap terjaga. Hal ini tercermin dari likuiditas yang stabil dengan saldo bersih 19,00 persen serta rentabilitas yang meningkat menjadi 15,33 persen dari sebelumnya 13,00 persen.

Investasi juga menunjukkan peningkatan signifikan dengan SBT sebesar 18,35 persen, naik dari 4,06 persen pada triwulan I 2026. Peningkatan ini didorong sektor Pertanian, Informasi dan Komunikasi, serta Real Estat. Akses kredit turut membaik dengan saldo bersih 13,00 persen, meski pelonggaran fasilitas masih relatif terbatas.

BACA JUGA:  Kota Kupang Jadi Contoh, Wali Kota Paparkan Praktik Menjaga Harmoni Sosial di Rakornas FKUB

Sementara itu, penggunaan tenaga kerja masih belum ekspansif dengan SBT -1,48 persen, terutama akibat menurunnya kebutuhan tenaga kerja di sektor pertanian pascapanen serta belum optimalnya realisasi belanja modal pemerintah.

Memasuki triwulan III 2026, pelaku usaha di NTT tetap optimistis meski dengan laju yang lebih moderat. SBT diprakirakan sebesar 31,25 persen, dengan pertumbuhan didorong sektor pertanian, informasi dan komunikasi, perdagangan, serta administrasi pemerintahan.

Selain itu, penggunaan tenaga kerja diproyeksikan kembali meningkat dengan SBT sebesar 8,72 persen, sementara tekanan harga jual diperkirakan mereda seiring bertambahnya pasokan hasil panen gadu.
Secara keseluruhan, hasil survei ini menunjukkan bahwa aktivitas dunia usaha di NTT masih berada dalam tren positif dan stabil, dengan dukungan sektor riil dan konsumsi masyarakat yang tetap terjaga. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.