Tak Ada Waktu Menunggu, Pengurus PBVSI Nagekeo Diminta Langsung ‘Tancap Gas’

oleh -97 Dilihat
Ketua Umum Pengprov PBVSI NTT, Winston Rondo Melantik Pengurus PBVSI Kabupaten Nagekeo. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Mbay-Tidak ada ruang untuk berjalan pelan. Pesan tegas itu disampaikan Ketua Umum Pengprov PBVSI NTT, Winston Rondo saat melantik pengurus baru PBVSI Kabupaten Nagekeo. Ia menegaskan, kepengurusan yang baru harus langsung bergerak cepat tanpa menunggu waktu.

Tongkat estafet kepemimpinan kini resmi berada di tangan Thomas Mega Maso sebagai Ketua Umum, didampingi Paskalis Uwa sebagai Sekretaris Umum dan Hironimus Milua sebagai Bendahara Umum. Namun, bagi Winston, pelantikan ini bukanlah ajang seremonial semata, melainkan titik awal dari kerja nyata yang harus segera dijalankan.

“Pelantikan bukan garis akhir ini adalah garis start. Jangan tunggu sempurna untuk mulai. Mulailah, lalu perbaiki sambil berjalan,” tegas Winston dalam arahannya.

Sebelum pelantikan, Musyawarah Kabupaten (Muskab) PBVSI Nagekeo telah lebih dulu memunculkan dorongan kuat dari akar rumput. Para peserta menegaskan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk menghentikan pembinaan.

Salah satu peserta, Hans Lado, menyebut bahwa olahraga voli telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Nagekeo.
“Di tengah keterbatasan, kita harus cari cara agar voli tetap hidup. Ini olahraga rakyat kita,” ujarnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan tingginya ekspektasi masyarakat terhadap pengurus baru. Publik dinilai sudah siap bergerak, sehingga dibutuhkan kepemimpinan yang mampu menjawab harapan tersebut dengan langkah konkret.

Menjawab tantangan itu, Ketua Umum terpilih Thomas Mega Maso langsung memaparkan arah kepemimpinannya. Ia menegaskan komitmen untuk membangun sistem pembinaan yang terstruktur, berjenjang, dan berbasis kompetisi rutin.

“Kami akan menjawab kepercayaan ini dengan prestasi. Fokus kami adalah pembinaan terorganisir melalui event yang berkelanjutan,” tegas Thomas.

Ia menilai, perubahan pola pembinaan menjadi kunci untuk membawa voli Nagekeo naik kelas, tidak hanya di tingkat daerah tetapi juga mampu bersaing di level nasional.

BACA JUGA:  NTT Bidik Tour de EnTeTe Jadi Agenda Internasional Tahunan Pariwisata

Di sisi lain, Winston juga mengingatkan bahwa waktu yang tersedia menuju berbagai agenda besar olahraga sangat terbatas. Sejumlah kegiatan telah menanti, mulai dari sertifikasi pelatih di Ende pada Juni, turnamen Piala Kapolda pada Juli, hingga ajang Porprov NTT pada November 2026.

Artinya, pengurus baru praktis tidak memiliki masa adaptasi. Mereka dituntut langsung bekerja dan menyusun langkah strategis dalam waktu singkat.

Pemerintah Kabupaten Nagekeo pun menyatakan dukungannya terhadap pengembangan olahraga voli. Melalui Pelaksana Harian Sekretaris Daerah, Imanuel Ndun, ditegaskan bahwa meski di tengah tekanan efisiensi anggaran, pembinaan tetap menjadi prioritas.

“Kita tetap berupaya agar pembinaan berjalan. Voli adalah olahraga utama di Nagekeo yang harus kita dorong prestasinya,” ujarnya.

Menutup rangkaian kegiatan, Winston mengajak seluruh elemen pengurus, pemerintah, TNI/Polri, pelatih, hingga atlet untuk bergerak bersama dalam satu irama. Ia menekankan bahwa prestasi hanya dapat diraih melalui kerja kolektif yang disiplin dan konsisten.

Pelantikan telah usai. Garis start telah ditarik. Kini, tantangannya adalah seberapa cepat PBVSI Nagekeo mampu bergerak dan membuktikan diri di tengah ekspektasi yang semakin tinggi. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.