UMKM NTT Jadi Magnet di ISEF 2025, Perkuat Posisi Indonesia Menuju Pusat Industri Halal Dunia

oleh -858 Dilihat
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Didampingi Gubernur Bank Indonesia dan para Pengusaha di Ajang ISEF 2025. (Foto Humas BI Perwakilan NTT)

Suarantt.id, Jakarta-Dalam riuh semarak pergelaran Indonesia 12th Sharia Economic Festival (ISEF) 2025 di JIEXPO Convention Center, Jakarta, aroma kopi, tenun indah, dan cita rasa cokelat khas Nusa Tenggara Timur (NTT) mencuri perhatian ribuan pengunjung. Di antara ratusan stan dari seluruh Indonesia, kehadiran pelaku UMKM binaan Bank Indonesia Perwakilan NTT menjadi salah satu magnet utama yang menampilkan kekayaan budaya dan potensi ekonomi daerah kepulauan ini.

Di bawah bimbingan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (KPwBI NTT), sejumlah UMKM seperti Padu Padan Tenun, Antik Ikat, Gabys Collection, Aldia, Morige, Ghaura Coklat, dan Tuang Coffee ikut ambil bagian dalam berbagai agenda ISEF. Mereka tidak hanya menampilkan produk, tetapi juga memperkenalkan nilai dan cerita di balik karya tangan-tangan kreatif dari bumi Flobamorata.

Pada ajang modest fashion show IN2MOTIONFEST, kain tenun ikat dari NTT tampil memukau. Sentuhan modern dalam desain yang tetap mempertahankan motif tradisional berhasil membuat para pengunjung terpikat. Di sisi lain, produk-produk halal seperti cokelat, kopi, dan makanan olahan khas NTT yang dipamerkan di Halal Mart turut menarik minat pembeli dari dalam maupun luar negeri.

Dari kegiatan business matching hingga pameran produk, UMKM NTT mencatat potensi nilai transaksi mencapai Rp2,9 miliar. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa potensi ekonomi daerah tidak hanya mampu bersaing di tingkat nasional, tetapi juga memiliki daya tarik di pasar global.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dalam sambutan pembukaan ISEF 2025 menegaskan bahwa festival ini merupakan wujud nyata komitmen BI untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang berkelanjutan. “ISEF hadir sebagai platform pengembangan ekonomi syariah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pemprov NTT Maksimalkan Penanganan Darurat Banjir Bandang Nagekeo

Senada dengan itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, menekankan besarnya peluang Indonesia dalam industri halal global. “Sektor makanan dan minuman halal Indonesia kini bernilai lebih dari 109 miliar dolar AS. Dengan penerapan standar syariah dan penguatan ekosistem industri halal, Indonesia memiliki potensi besar untuk naik menjadi peringkat pertama dalam industri halal dunia,” ungkapnya optimistis.

Keikutsertaan BI NTT di ISEF 2025 menjadi bagian dari misi memperkuat halal value chain di wilayah timur Indonesia. Melalui pembinaan UMKM yang berorientasi pada produk halal dan ramah lingkungan, BI NTT berupaya menumbuhkan ekonomi daerah yang mandiri dan berdaya saing global.

Secara keseluruhan, ISEF 2025 diikuti oleh lebih dari 700 pelaku usaha syariah dari berbagai provinsi, dengan nilai transaksi total mencapai Rp3,1 triliun, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp2 triliun. Capaian ini mencerminkan sinergi kuat antara Bank Indonesia, 34 kementerian/lembaga, dan 30 mitra internasional dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah nasional.

Melalui ajang bergengsi ini, UMKM NTT tidak hanya memperkenalkan produk, tetapi juga membawa pesan tentang kemandirian ekonomi daerah dan kekayaan budaya yang berakar kuat. Tenun yang indah, cokelat yang nikmat, dan kopi yang harum kini menjadi simbol bahwa dari timur Indonesia, cahaya ekonomi syariah yang inklusif dan berdaya saing tengah bersinar terang. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.