UPTD Museum NTT Gencarkan Pelestarian Tenun Ngada, Jaga Sejarah dan Identitas Budaya

oleh -54 Dilihat
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambrosius Kodo Pose Bersama Jajaran UPTD Museum. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-UPTD Museum pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menggencarkan upaya pelestarian warisan budaya daerah melalui kegiatan Sosialisasi Kain Tenun Ngada. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap nilai sejarah, filosofi, dan identitas budaya yang terkandung dalam kain tenun tradisional.

Sosialisasi tersebut dilaksanakan pada Kamis, 20 Agustus 2026, bertempat di Aula UPTD Museum Provinsi NTT, dengan melibatkan pemerhati budaya, perguruan tinggi, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, saat membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa kain tenun Ngada bukan sekadar produk kerajinan tangan, melainkan warisan leluhur yang memiliki nilai sejarah, filosofi, identitas, dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Menurut Ambrosius, setiap motif, warna, dan teknik pembuatan kain tenun memiliki makna tersendiri yang mencerminkan kehidupan, adat istiadat, serta jati diri masyarakat Kabupaten Ngada.

Karena itu, pelestarian kain tenun tradisional harus menjadi perhatian bersama agar nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Ia mengajak generasi muda untuk lebih mengenal, mencintai, dan melestarikan kain tenun sebagai salah satu kekayaan budaya NTT yang memiliki nilai penting bagi kehidupan masyarakat.

Selain sebagai identitas budaya, kain tenun juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sumber kreativitas dan kesejahteraan ekonomi masyarakat tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisional yang melekat di dalamnya.

Ambrosius turut mengapresiasi UPTD Museum Provinsi NTT yang terus menghadirkan program edukatif guna memperkenalkan dan menjaga kekayaan budaya daerah.

Ia berharap para peserta sosialisasi dapat menjadi duta budaya yang ikut mempromosikan kain tenun tradisional sekaligus mendorong keberlanjutan pelestariannya di tengah masyarakat.

BACA JUGA:  Pemkot Kupang Apresiasi Inisiatif UCB Galakkan Edukasi Kesehatan di Sekolah Dasar

Sementara itu, Kepala UPTD Museum Provinsi NTT melalui Kepala Subbagian Tata Usaha, Paulus Nesi, S.ST, menjelaskan bahwa sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkenalkan, melestarikan, dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kain tenun tradisional sebagai salah satu kekayaan budaya NTT.

Menurutnya, kain tenun Ngada tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mengandung nilai sejarah, sosial budaya, simbolik, serta kearifan lokal yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap masyarakat, terutama generasi muda, semakin memahami makna kain tenun tradisional dan memiliki kesadaran untuk menjaga warisan budaya tersebut agar tetap lestari.

Pelestarian Budaya Harus Melibatkan Generasi Muda

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan pemaparan materi mengenai sejarah, motif, filosofi, serta nilai-nilai budaya yang terkandung dalam kain tenun Ngada.

Materi disampaikan oleh narasumber yang memiliki pengetahuan dan kompetensi di bidang kebudayaan, khususnya kain tenun tradisional Ngada. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan sesi tanya jawab untuk memperdalam pemahaman peserta.

Sosialisasi ini juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya lokal serta mendorong pemanfaatan kain tenun secara kreatif dan inovatif, tanpa mengabaikan makna dan nilai tradisional yang diwariskan oleh para leluhur.

Keterlibatan unsur pemerhati budaya, perguruan tinggi, dan OPD terkait menjadi bagian penting dalam membangun sinergi untuk memperkuat pelestarian kain tenun tradisional di NTT.

Melalui kolaborasi tersebut, upaya pelestarian budaya diharapkan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan masyarakat, dunia pendidikan, pelaku budaya, dan generasi muda.

UPTD Museum Provinsi NTT berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat sekaligus memperkuat kecintaan terhadap kain tenun Ngada sebagai salah satu identitas budaya daerah yang memiliki nilai sejarah dan filosofi mendalam.

BACA JUGA:  Wagub NTT Ajak Generasi Muda Jauhi Miras dan Bangun Masa Depan Berkualitas

Dengan demikian, kain tenun Ngada tidak hanya dipertahankan sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga dapat terus hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bagian dari kekayaan budaya Nusa Tenggara Timur. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.