Wabup Kupang Aurum Tekankan Prioritas Pembangunan Berbasis Aspirasi Warga

oleh -153 Dilihat
Wabup Kupang Aurum Obe Titu Eki secara Resmi Menutup Musrenbang RKPD 2026 Tingkat Kecamatan Fatuleu Tengah di Gereja Imanuel Nonbaun pada Jumat, 6 Maret 2026. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Oelamasi-Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki secara resmi menutup rangkaian kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 tingkat Kecamatan Fatuleu Tengah. Kegiatan penutupan tersebut berlangsung khidmat di Gereja Imanuel Nonbaun pada Jumat (6/3/2026).

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kupang Aurum Obe Titu Eki menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang dihimpun selama pelaksanaan Musrenbang akan menjadi kompas utama dalam menentukan skala prioritas pembangunan Kabupaten Kupang pada tahun-tahun mendatang.

“Hasil Musrenbang ini akan menjadi fondasi utama RKPD tahun 2027 dan selaras dengan RPJMD 2025-2029 serta target SDGs Nasional. Fokus kita di tahun 2026 adalah memperkuat ketahanan pangan dan aksesibilitas wilayah,” ujar Aurum.

Iya menjelaskan bahwa tema pembangunan Kabupaten Kupang tahun 2027 adalah Percepatan Transformasi Lokal Berbasis Hilirisasi, Infrastruktur Berkelanjutan dan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas Menuju Kabupaten Kupang Emas. Karena itu, pembangunan daerah ke depan harus diarahkan pada penguatan ekonomi lokal melalui hilirisasi potensi daerah, pengembangan infrastruktur yang merata dan berkelanjutan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia yang unggul, produktif, dan berdaya saing.

Lebih lanjut, Aurum juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan pihak gereja yang telah memfasilitasi tempat kegiatan Musrenbang. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah dan lembaga keagamaan dalam menyukseskan agenda pembangunan daerah.

Penutupan Musrenbang ini sekaligus menandai berakhirnya tahap pembahasan usulan program dari tingkat bawah (bottom-up) di wilayah Kecamatan Fatuleu Tengah. Selanjutnya, seluruh usulan tersebut akan dibahas dalam forum perangkat daerah dan Musrenbang tingkat Kabupaten Kupang.

Di tengah sambutannya, Aurum juga mengakui beratnya tantangan yang dihadapi pemerintah daerah saat ini, terutama terkait kondisi ekonomi yang cukup sulit. Namun demikian, ia menegaskan bahwa perubahan besar harus dimulai dari kemauan diri sendiri serta semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat.
“Bapa dan Mama sekalian, saya mengerti kondisi kita. Pemerintah pun saat ini sedang pusing menghadapi situasi ekonomi yang sulit. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Kupang, tetapi juga dirasakan hingga ke tingkat pusat,” ungkapnya di hadapan warga dan para pemangku kepentingan yang hadir.
Ia menambahkan bahwa sektor infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan pertanian tetap menjadi prioritas pemerintah daerah meskipun di tengah keterbatasan anggaran.
Dalam kesempatan tersebut, Aurum juga menceritakan kisah seorang kepala daerah dari Nias Utara yang bersujud di hadapan para menteri demi memperjuangkan nasib rakyatnya agar keluar dari kemiskinan.
“Ada kepala daerah dari Nias Utara yang sampai berlutut di hadapan para menteri dan berkata, ‘Kami capek jadi orang miskin’. Kondisi daerah memang susah dan pemerintah mengakui itu. Namun itu bukan alasan bagi kita untuk menyerah,” tegasnya.
Aurum berharap setelah pelaksanaan Musrenbang ini, para camat bersama seluruh pemangku kepentingan di wilayah masing-masing dapat terus menjaga semangat kolaborasi, koordinasi, dan gotong royong dalam mengawal pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Kupang.
“Saya titip, mari kita lakukan perubahan dari diri sendiri. Laporkan apa yang menjadi beban rakyat, dan ayo kita selesaikan bersama dengan kolaborasi,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kupang Habel Mbate dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Musrenbang tingkat kecamatan yang dinilai berhasil menjaring aspirasi masyarakat secara langsung.
Menurutnya, berbagai aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam forum Musrenbang akan menjadi perhatian pemerintah daerah, meskipun saat ini kondisi keuangan daerah masih terbatas.
“Saat ini masih dalam kondisi efisiensi dan anggaran yang ada di APBD sangat terbatas. Namun kita tidak boleh menyerah dan menyurutkan semangat. Kita terus berjuang dan percaya perhatian pemerintah pusat bagi kita tetap ada,” ungkap Habel.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut para anggota DPRD Kabupaten Kupang, Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Kupang Guntur Subu Taopan, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Kabupaten Kupang, Camat Fatuleu Tengah Gratia Rawis, para kepala desa, tokoh adat, serta perwakilan kelompok perempuan dan pemuda setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.