Dari BPJS Pekerja Rentan hingga Swasembada Pangan, Gubernur NTT Paparkan Capaian Tahun Pertama

oleh -1456 Dilihat
Gubernur NTT Meresmikan Ruang Podcast Victory Talk, Kantor Victory News, Kupang pada Senin 23/2/2026. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, memaparkan sejumlah capaian strategis selama satu tahun masa kepemimpinannya, mulai dari perlindungan sosial bagi pekerja rentan hingga peningkatan produksi pangan daerah.

Hal tersebut disampaikannya dalam wawancara eksklusif pada podcast bertajuk Satu Tahun Kepemimpinan Gubernur NTT: Capaian, Tantangan, dan Arah Pembangunan ke Depan yang digelar di Ruang Podcast Victory Talk, Kantor Victory News, Kupang pada Senin (23/2/2026).

Salah satu program konkret yang telah direalisasikan Pemerintah Provinsi NTT adalah peluncuran 100 ribu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Menurut Gubernur Melki, program tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan jaminan sosial bagi masyarakat yang selama ini belum tersentuh layanan ketenagakerjaan formal.

Selain itu, di sektor pertanian, Pemerintah Provinsi NTT mencatat peningkatan produksi sebesar 1 juta ton gabah kering yang berdampak pada kenaikan produksi beras di daerah. Capaian tersebut turut mengantarkan NTT meraih Penghargaan Swasembada Pangan Nasional (PIN) Tahun 2025 dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Ia menyebut, keberhasilan tersebut menjadi fondasi awal dalam mewujudkan kedaulatan pangan di tingkat daerah, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat berbasis sektor pertanian.

Di sisi lain, Gubernur juga menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang efektif melalui peran Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menjalankan 10 Program Dasa Cita. Menurutnya, birokrasi merupakan mesin utama penggerak pembangunan yang harus bekerja secara selaras dan terukur.

Dalam upaya mempercepat akselerasi pembangunan, Pemerintah Provinsi NTT juga akan membentuk lima tim percepatan yang berfokus pada optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), penanggulangan kemiskinan, pengembangan ekonomi kerakyatan, optimalisasi Dasa Cita, serta penguatan komunikasi pemerintah.

BACA JUGA:  Menpora Dito Ariotedjo Dukung Sport Tourism dan Seni Budaya di NTT

Pada sektor ekonomi lokal, Pemerintah memastikan keberlanjutan program One Village One Product (OVOP) dan NTT Mart sebagai bagian dari ekosistem ekonomi daerah. Pendekatan yang digunakan meliputi penguatan permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), pendampingan usaha, serta perluasan akses pasar bagi pelaku UMKM.

Menutup paparannya, Gubernur Melki mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memberikan kritik yang logis dan konstruktif guna mendukung percepatan pembangunan di Provinsi NTT.

“Dengan semangat gotong royong, saya optimistis NTT bisa mencapai target pembangunan yang telah ditetapkan,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.